Capcom bersama NVIDIA merilis trailer terbaru untuk Resident Evil Requiem, entri utama terbaru dalam seri survival horror tersebut. Cuplikan ini memberi gambaran lebih luas mengenai lingkungan permainan dan memunculkan spekulasi bahwa gim tersebut akan mengusung area yang lebih besar atau konsep setengah dunia terbuka (semi-open world), berbeda dari identitas seri yang selama ini lekat dengan koridor sempit dan ruang tertutup.
Dalam trailer, NVIDIA menonjolkan penggunaan teknologi Path Tracing dan DLSS 4 untuk memperlihatkan suasana urban dengan detail pencahayaan realistis serta pantulan reflektif. Nuansa kota yang tampak ramai dan hidup ini dinilai kontras dengan gambaran kekacauan infeksi pada beberapa seri sebelumnya, sehingga memunculkan dugaan bahwa pemain akan mendapat keleluasaan lebih untuk menjelajahi area perkotaan.
Cuplikan tersebut juga menampilkan Grace Ashcroft, salah satu dari dua protagonis yang dapat dimainkan, berjalan melewati kerumunan pejalan kaki dan kendaraan di tengah kota. Sejumlah pengamat komunitas menduga lokasi itu adalah Wrenwood, kota fiksi yang menjadi pusat cerita Requiem dan disebut-sebut akan menjadi basis bagi struktur permainan yang lebih luas dan eksploratif.
Selain Grace, trailer ini mengonfirmasi kembalinya Leon S. Kennedy sebagai protagonis utama lainnya. Leon dikenal dengan pendekatan yang lebih intens dan sarat aksi, sementara Grace digambarkan cenderung berfokus pada aspek investigasi dan horor tradisional. Kombinasi keduanya diperkirakan akan menghadirkan ritme permainan yang bervariasi, dari pertempuran hingga pemecahan misteri di lingkungan kota.
Resident Evil Requiem dijadwalkan rilis pada 27 Februari 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, PC, serta Nintendo Switch 2. Melalui pemanfaatan fitur RTX dan DLSS 4, Capcom menegaskan upayanya menghadirkan standar visual modern yang lebih imersif. Di saat yang sama, perhatian kini tertuju pada bagaimana atmosfer horor khas Resident Evil akan dipertahankan jika skala dunia dan eksplorasi benar-benar dibuat lebih luas.

