BERITA TERKINI
Tren Wellness Tourism Menguat, Jadi Pilihan Isi Ulang Energi Selama Ramadan

Tren Wellness Tourism Menguat, Jadi Pilihan Isi Ulang Energi Selama Ramadan

Ramadan kerap dimaknai sebagai momen untuk memperlambat langkah. Selain menahan lapar dan haus, bulan puasa juga memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat serta melakukan refleksi diri.

Kebutuhan untuk beristirahat semakin terasa di tengah gaya hidup yang serba cepat. Banyak orang mulai menyadari bahwa rasa lelah tidak selalu berarti kurang libur, melainkan kurang jeda yang berkualitas.

Laporan Gaya Hidup Sehat Indonesia 2025 dan Wellness Lifestyle Indonesia 2025 mencatat adanya peningkatan minat terhadap gaya hidup yang lebih seimbang. Sehat dipahami sebagai perpaduan kondisi fisik dan mental, serta kebiasaan yang dijalani dengan lebih sadar.

Perubahan ini turut mendorong berkembangnya tren wellness tourism yang berfokus pada pemulihan energi. Liburan tidak lagi semata agenda bersenang-senang, melainkan kesempatan untuk kembali ke kondisi yang lebih stabil.

Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani, menilai tren tersebut menjadi penanda kebutuhan masyarakat akan keseimbangan. “Kami melihat tren wellness bukan sekadar angka, tapi sinyal bahwa masyarakat merindukan keseimbangan,” ujarnya.

Nilai yang diusung wellness tourism juga dinilai sejalan dengan semangat Ramadan yang mengajak refleksi diri. Bulan puasa dapat menjadi pintu masuk untuk memulai kebiasaan yang lebih mindful, termasuk dalam memilih cara beristirahat.

Sejumlah pilihan aktivitas dalam perjalanan bernuansa wellness umumnya mengutamakan suasana tenang, udara segar, serta ritme kegiatan yang tidak tergesa. Pengalaman seperti menikmati pagi tanpa notifikasi yang bersahut-sahutan dan tanpa jadwal yang menekan menjadi daya tarik tersendiri.

Retret yoga, sesi meditasi terpandu, hingga perawatan spa berbasis alam juga kerap ditawarkan untuk memberikan efek menenangkan sekaligus menyehatkan. Aktivitas semacam ini dapat membantu meredakan stres yang mungkin menumpuk tanpa disadari.

Selain itu, perjalanan wellness sering memasukkan unsur digital detox. Mengurangi screen time selama bepergian dapat membantu pikiran lebih fokus pada pengalaman yang dijalani, sekaligus memberi jeda dari rutinitas digital sehari-hari.