Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan melakukan perjalanan ke Tiongkok pada 31 Maret hingga 2 April untuk bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping. Jadwal tersebut disampaikan seorang pejabat Gedung Putih pada Jumat (20/2).
Kunjungan ini akan menjadi perjalanan pertama Trump ke Tiongkok sejak kembali menjabat pada Januari tahun lalu. Sejumlah isu diperkirakan menjadi agenda utama, mulai dari perdagangan, Taiwan, hingga urusan global seperti ambisi nuklir Iran dan perang Rusia di Ukraina.
Trump terakhir kali mengunjungi Tiongkok pada November 2017 saat masa jabatan pertamanya. Sejak bertemu Xi di Korea Selatan pada akhir Oktober, Trump beberapa kali menyatakan memiliki hubungan yang baik dengan Xi dan berharap dapat berkunjung ke Tiongkok pada musim semi tahun ini.
Sebagai balasan atas kunjungan kenegaraan ke Tiongkok, Trump mengatakan ia akan menjamu Xi di Amerika Serikat menjelang akhir tahun ini.
Menjelang kunjungan ke Beijing, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi pekan lalu di Jerman, di sela konferensi keamanan tahunan.
Dalam pertemuan sebelumnya, Trump dan Xi disebut telah menyepakati gencatan selama satu tahun dalam perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Kunjungan Trump juga berlangsung setelah Mahkamah Agung AS pada Jumat memutuskan menentang tarif besar-besaran yang menargetkan Tiongkok dan hampir semua mitra dagang AS lainnya.
Di luar isu perdagangan, Taiwan diperkirakan menjadi topik sensitif dalam pertemuan kedua pemimpin. Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri.
Dalam panggilan telepon dengan Trump awal bulan ini, Xi menekankan bahwa Taiwan merupakan “isu terpenting” dalam hubungan Tiongkok-AS, menurut pemerintah Tiongkok.
Tiongkok sebelumnya bereaksi keras terhadap pengumuman pemerintahan Trump pada Desember mengenai paket besar penjualan senjata ke Taiwan. Beijing juga tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu berada di bawah kendalinya.
Ketika ditanya awal pekan ini mengenai kemungkinan pengiriman lebih banyak senjata ke Taiwan, Trump mengatakan, “Kami akan segera mengambil keputusan.”
Di sisi lain, kemampuan diplomasi Trump juga akan diuji saat ia menjamu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Gedung Putih pada 19 Maret, di tengah kritik Tiongkok terhadap pernyataannya mengenai potensi krisis di Selat Taiwan.

