Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Beijing untuk menjalani kunjungan kenegaraan selama tiga hari. Dalam lawatan ini, Trump datang bersama rombongan yang diisi para petinggi perusahaan Amerika Serikat dari sektor teknologi, keuangan, hingga industri penerbangan.
Disebutkan sekitar 17 CEO dan tokoh Wall Street ikut dalam delegasi tersebut. Media Amerika Serikat menilai rombongan itu lebih menyerupai “daftar calon anggota Mar-a-Lago” ketimbang delegasi diplomatik resmi. Mar-a-Lago merupakan kediaman Trump yang juga dikenal sebagai klub eksekutif dan kerap menjadi tempat berkumpulnya sejumlah tokoh penting, mulai dari politisi hingga pebisnis dan miliarder dunia.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan dirinya ingin meminta Presiden China Xi Jinping membuka akses yang lebih luas bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. “Saya akan meminta Presiden Xi, seorang pemimpin dengan reputasi luar biasa, untuk membuka China agar orang-orang brilian ini dapat menunjukkan kemampuan mereka,” tulis Trump.
Sejumlah nama besar yang disebut ikut dalam rombongan antara lain CEO SpaceXAI Elon Musk, CEO Apple Tim Cook, CEO NVIDIA Jensen Huang, serta CEO BlackRock Larry Fink. Selain itu, delegasi bisnis juga diisi oleh CEO Boeing Kelly Ortberg, CEO Qualcomm Cristiano Amon, CEO Micron Sanjay Mehrotra, CEO Goldman Sachs David Solomon, CEO Citigroup Jane Fraser, dan CEO Visa Ryan McInerney.
Kehadiran para pemimpin perusahaan tersebut dinilai mencerminkan besarnya kepentingan bisnis Amerika Serikat terhadap pasar China, terutama pada sektor teknologi, kecerdasan buatan (AI), keuangan, dan manufaktur.