Sejumlah novel dari berbagai genre dijadwalkan mendapat versi layar lebar maupun serial pada 2026. Mulai dari romansa yang hangat, thriller psikologis, misteri klasik, hingga drama karakter yang intens, deretan adaptasi ini menawarkan pendekatan yang beragam dalam menerjemahkan cerita dari halaman buku ke medium visual.
People We Meet on Vacation karya Emily Henry menjadi salah satu judul romansa yang akan hadir dalam versi film Netflix. Cerita berpusat pada Poppy dan Alex, dua sahabat dengan kepribadian bertolak belakang yang rutin berlibur bersama setiap tahun—hingga sebuah perjalanan ke Kroasia mengubah hubungan mereka. Setelah dua tahun tidak berkomunikasi, keduanya sepakat bertemu kembali untuk satu liburan terakhir. Adaptasi ini menekankan dinamika emosional yang tenang, dengan Tom Blyth dan Emily Bader dipercaya membangun chemistry bertahap dari friends-to-lovers.
Klasik Wuthering Heights karya Emily Brontë kembali diangkat dengan nuansa yang disebut lebih gelap dan emosional. Berlatar padang rumput Yorkshire yang suram, kisah Catherine dan Heathcliff menyoroti obsesi, dendam, dan cinta yang bergerak menuju kehancuran. Margot Robbie dan Jacob Elordi didapuk sebagai pemeran utama, sementara Emerald Fennell dikaitkan dengan pendekatan yang berani membongkar sisi psikologis karakter. Versi ini diposisikan bukan sebagai romansa manis, melainkan potret hubungan yang penuh luka.
Dari ranah thriller, His & Hers karya Alice Feeney akan diadaptasi menjadi serial yang mengandalkan dua sudut pandang yang saling bertabrakan. Ceritanya mempertemukan kembali seorang detektif dan mantan istrinya—seorang pembawa berita—ketika kasus pembunuhan mengguncang kota kecil tempat mereka tumbuh. Ketegangan muncul karena masing-masing memiliki versi kebenaran sendiri. Serial ini dibintangi Tessa Thompson dan Jon Bernthal, dengan penekanan pada konflik emosional dan tema bahwa siapa pun bisa berbohong. Penayangannya disebut dijadwalkan pada Januari 2026.
Sementara itu, The Seven Dials Mystery karya Agatha Christie akan hadir sebagai mini-seri. Kisahnya bermula dari pesta di rumah bangsawan yang berujung tragedi akibat lelucon yang salah sasaran, lalu berkembang menjadi misteri yang mengarah ke kejutan-kejutan berikutnya. Adaptasi ini disebut berupaya memberi napas baru melalui ritme yang lebih modern serta pendalaman karakter, sekaligus membuka peluang untuk mengubah cara pandang terhadap novel yang reputasinya tidak sekuat karya Christie lainnya.
Judul lain yang menonjol adalah The Beauty karya Jeremy Haun dan Jason A. Hurley, yang memadukan body horror, fiksi ilmiah, serta kritik sosial. Dalam dunia cerita ini, kecantikan dapat diperoleh lewat suntikan—tanpa diet atau operasi—namun dengan konsekuensi mengerikan. Adaptasinya dikaitkan dengan Ryan Murphy dan diperkirakan menampilkan visual ekstrem sekaligus komentar tentang standar kecantikan dan moralitas.
Untuk penonton yang mencari romansa berlatar dunia olahraga, Finding Her Edge karya Jennifer Iacopelli menawarkan drama yang terinspirasi dari Persuasion karya Jane Austen. Cerita membawa romansa ke arena ice skating kompetitif melalui tokoh Adriana Russo yang harus menghadapi tekanan keluarga, hubungan palsu, dan kembalinya cinta lama saat kariernya dipertaruhkan. Adaptasi ini digambarkan selaras dengan nuansa Olimpiade Musim Dingin, menekankan perjalanan menemukan jati diri di bawah sorotan publik.
Adapun Box Hill karya Adam Mars-Jones akan diadaptasi menjadi film drama karakter. Novel ini mengikuti Colin, pria muda pemalu yang terlibat hubungan kompleks dengan Ray, sosok dominan yang membukakan dunia baru baginya. Cerita menyoroti pendewasaan, kepercayaan diri, dan penerimaan diri, bukan semata soal seksualitas. Adaptasinya dibintangi Harry Melling dan Alexander Skarsgård, dengan penekanan pada akting yang intens serta emosi yang jujur.
Dengan variasi genre dan pendekatan, deretan adaptasi pada 2026 memperlihatkan bagaimana cerita-cerita populer—dan juga yang kurang dikenal—berpotensi menemukan audiens baru ketika berpindah medium. Dari romansa yang lembut hingga kisah yang gelap dan psikologis, tahun 2026 tampaknya akan dipenuhi tontonan yang memancing perbincangan.

