Dapur kerap dianggap sebagai ruang paling aman untuk menyiapkan makanan dan minuman. Namun, sejumlah aktivitas sehari-hari seperti memasak, menyeduh teh, hingga menyimpan makanan dapat menjadi jalur masuknya mikroplastik ke dalam tubuh tanpa disadari.
Meski dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia masih belum sepenuhnya jelas, membatasi penggunaan barang yang berpotensi meningkatkan paparan dinilai sebagai langkah kehati-hatian. Sejumlah peralatan dapur disebut dapat melepaskan partikel mikroplastik, terutama ketika bersentuhan dengan panas, mengalami gesekan, atau tergores.
Berikut tujuh alat dan kemasan yang disebut berpotensi menjadi sumber mikroplastik di dapur.
1. Peralatan masak plastik dan berlapis anti lengket
Sebuah studi terbaru menyebut peralatan masak berbahan plastik dan yang berlapis anti lengket dapat melepaskan mikroplastik ke dalam makanan saat digunakan. Paparan ini dinilai berpotensi meningkatkan masuknya polutan ke tubuh.
Peneliti dari Australia memperkirakan peralatan masak berlapis teflon dapat mengandung ribuan hingga jutaan partikel mikroplastik. Bahkan, retakan atau goresan kecil pada permukaan wajan disebut dapat memicu pelepasan lebih dari 2 juta partikel mikroplastik ke dalam makanan.
2. Peralatan makan plastik
Penelitian menunjukkan peralatan makan berbahan plastik dapat melepaskan mikroplastik ke makanan, khususnya ketika digunakan untuk makanan panas. Saat makanan dikonsumsi, partikel tersebut ikut tertelan dan berpotensi masuk serta mengendap di dalam tubuh, termasuk dalam aliran darah.
3. Wadah makanan plastik
Kotak makan plastik dan kemasan dari layanan pesan antar juga disorot karena dapat melepaskan mikroplastik ke dalam makanan. Risiko ini disebut meningkat saat wadah dipanaskan atau dicuci. Sebuah studi bahkan menemukan seluruh wadah makanan plastik yang dapat digunakan kembali dan umum dipakai restoran mengandung mikroplastik.
4. Rempah-rempah dalam wadah plastik
Banyak rempah-rempah kini dikemas dalam wadah plastik. Sebuah studi baru melaporkan seluruh wadah plastik yang diuji mengandung mikroplastik. Kondisi ini berpotensi mencemari makanan, dan kasus kontaminasi serupa dilaporkan meningkat dalam beberapa dekade terakhir.
5. Sedotan plastik
Sedotan plastik disebut dapat melepaskan mikroplastik dan nanoplastik yang berisiko terhirup saat digunakan. Dalam konteks lingkungan, disebutkan sekitar 8 juta metrik ton sampah plastik berakhir di lautan dan perairan setiap tahun. Ketika sedotan dan plastik lain masuk ke air, pencemaran tidak hanya merusak perairan, tetapi juga dapat mencemari tanah dan membahayakan hewan di dalam maupun sekitar lingkungan tersebut.
6. Kantong teh
Mikroplastik juga dapat berasal dari kantong teh. Saat diseduh dengan air panas bersuhu tinggi, kantong teh dapat melepaskan mikroplastik dan nanoplastik ke dalam minuman. Partikel ini diduga berasal dari polipropilen, bahan plastik yang kerap digunakan dalam pembuatan kantong teh.
Peneliti dari Universitas Otonom Barcelona di Spanyol menemukan satu kantong teh dapat melepaskan miliaran partikel mikroplastik dan nanoplastik ke dalam air selama proses penyeduhan.
7. Kaleng makanan
BPA, bahan yang sering digunakan sebagai pelapis bagian dalam kaleng makanan, disebut sebagai bahan kontroversial dan telah dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan. Sejumlah produsen mulai menggantinya dengan bahan lain seperti epoksi akrilik atau poliester berlabel non-BPA. Namun, pengganti tersebut disebut belum sepenuhnya terbukti aman karena tetap berpotensi mengandung mikroplastik.
Dengan temuan-temuan tersebut, konsumen diingatkan untuk lebih cermat dalam memilih peralatan memasak, wadah penyimpanan, dan kemasan makanan sehari-hari, terutama yang sering terpapar panas atau mengalami gesekan.

