BERITA TERKINI
UNEJ Gelar Festival Musik Patrol, Konsisten Lestarikan Tradisi Jember Selama 26 Tahun

UNEJ Gelar Festival Musik Patrol, Konsisten Lestarikan Tradisi Jember Selama 26 Tahun

Jember, 9 Maret 2026 — Universitas Jember (UNEJ) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian (UKMK) kembali menggelar Festival Musik Patrol sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya lokal. Gelaran yang berlangsung pada Sabtu malam, 7 Maret 2026, menampilkan dentuman irama khas Jember yang menjadi ciri musik patrol.

Festival Musik Patrol disebut telah konsisten dilaksanakan selama 26 tahun. Sejak 2001, UNEJ mempertahankan kegiatan ini sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Pada penyelenggaraan tahun ini, festival diikuti delapan tim perwakilan masyarakat serta satu tim mahasiswa Universitas Jember yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Rute pawai dimulai dari Double Way UNEJ dan berakhir di Jalan RA Kartini, tepatnya di kawasan Dinas Ketenagakerjaan.

Pemerintah Kabupaten Jember turut memberikan dukungan. Wakil Bupati Jember, Dr. H. Djoko Susanto, S.H., M.H., hadir dan menyampaikan apresiasi, sekaligus menyerahkan bantuan subsidi sebesar Rp25 juta untuk mendukung keberlangsungan kegiatan.

Ketua UKMK Universitas Jember, Dio Andana, menilai sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah menjadi kunci agar musik patrol tetap eksis. Ia berharap kolaborasi dengan Pemkab Jember dapat diperkuat, terutama dalam aspek publikasi dan pembinaan berkelanjutan.

Menurut Dio, pemerintah daerah dapat mengambil peran strategis melalui dukungan fasilitas, promosi, serta pembinaan berkelanjutan. Ia menyebut langkah tersebut berpotensi memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan partisipasi publik melalui media resmi maupun ruang publik seperti videotron dan baliho di titik strategis kota.

Dio menegaskan musik patrol bukan sekadar hiburan, melainkan identitas Jember yang perlu terus dijaga. Ia juga menyoroti peran mahasiswa sebagai penghubung antara tradisi dan modernitas, termasuk melalui pemanfaatan pendidikan dan teknologi untuk menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan nilai tradisional.

“Mahasiswa memiliki posisi strategis karena memiliki akses pada pendidikan dan jaringan sosial yang luas. Melalui kolaborasi dengan seniman lokal, mahasiswa bisa belajar langsung dari pemain patrol di kampung-kampung serta menciptakan inovasi tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya,” ujar Dio.

Festival yang digelar pada Sabtu dan Minggu malam, 7–8 Maret 2026, disebut bertujuan menjaga kesenian patrol agar tidak tergerus zaman dan tetap dikenal generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara kampus UNEJ dan warga Jember melalui kegiatan yang bersifat positif dan rekreatif.

“Harapan saya, musik patrol bisa terus berkembang dan program unggulan UKMK ini terus menjadi wadah pelestarian yang didukung berbagai pihak, mulai dari kampus, Dinas Pariwisata, hingga Pemkab Jember. Seni budaya harus terus berinovasi mengikuti zaman, namun tetap menjaga nilai khas yang diciptakan oleh para pendahulu musik patrol ini,” kata Dio.

Puncak acara ditutup dengan pengumuman pemenang. Grup Patrol Idola meraih Piala Rektor Universitas Jember dengan empat nominasi, yakni Vocal Terbaik, Aransemen Musik Terbaik, Best Performance, dan Suling Terbaik.

Selain kompetisi musik, festival juga menghadirkan Photo Contest. Berdasarkan penilaian dewan juri, tiga karya terbaik ditetapkan sebagai pemenang, masing-masing atas nama Azka Qolbi, Theleventy, dan Rafael Krisna.