Pajak kerap dipandang sebagai urusan orang dewasa. Namun, kesadaran pajak dinilai perlu ditanamkan sejak dini, termasuk kepada pelajar sekolah menengah atas (SMA) yang akan memasuki masa dewasa dan menjadi wajib pajak potensial.
Dalam upaya membangun karakter generasi muda yang mencintai Tanah Air, Universitas Dharma Andalas (Unidha) bekerja sama dengan sejumlah sekolah di Padang dan Pariaman menggelar program Sosialisasi Sadar Pajak bagi Generasi Z. Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari penanaman nilai bela negara sejak usia remaja.
Dalam program tersebut, konsep bela negara dipahami tidak semata terkait angkat senjata, melainkan juga kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa. Salah satu bentuknya adalah memahami dan mendukung sistem perpajakan.
Yunita Velentina, pemateri dalam kegiatan pengabdian masyarakat Unidha, menyampaikan bahwa pajak merupakan wujud kepedulian terhadap negara. “Pajak bukan hanya kewajiban, tetapi bentuk kepedulian dan cinta kita pada negara. Melalui pajak, jalan dibangun, sekolah berdiri, dan pelayanan kesehatan tersedia,” ujarnya saat kegiatan di SMA Semen Padang, SMA PGRI 3, dan SMKN 1 Pariaman.
Selama sosialisasi, siswa diajak memahami fungsi pajak, jenis-jenis pajak, serta peran generasi muda dalam membangun budaya taat pajak. Kegiatan juga diisi diskusi interaktif dan simulasi sebagai wajib pajak digital, sebagai pendekatan yang dinilai relevan dengan kebiasaan Gen Z yang dekat dengan teknologi.
Para guru menyambut baik program tersebut dan menilai kesadaran pajak dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter serta kewarganegaraan. Mereka menilai pemahaman bahwa fasilitas publik merupakan hasil kontribusi bersama melalui pajak dapat mendorong siswa tumbuh menjadi warga yang bertanggung jawab.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab sosial dan kebangsaan.

