BASE Entertainment dan KAWI Animation resmi merilis video musik “Garuda di Dadaku” setelah sebelumnya menarik perhatian publik melalui cuplikan trailer film animasi keluarga Garuda di Dadaku. Video musik tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju penayangan film yang dijadwalkan pada 11 Juni 2026.
Lagu “Garuda di Dadaku” dibawakan oleh Isyana Sarasvati dan kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube BASE Entertainment serta Isyana Sarasvati.
Dalam video musik ini, Isyana menghadirkan nuansa baru yang digambarkan megah, emosional, dan penuh harapan lewat sentuhan aransemen orkestra khasnya. Cerita yang diangkat berfokus pada perjuangan Putra, seorang anak laki-laki yang bermimpi menjadi pemain sepak bola meski kerap diremehkan oleh lingkungan sekitarnya.
Visual video musik bergerak dari suasana gang kecil tempat anak-anak bermain bola hingga atmosfer stadion yang menampilkan tekanan pertandingan. “Buat aku, lagu ini bukan cuma tentang sepak bola, tapi tentang mimpi anak-anak yang sering kali terlihat sederhana, tapi sebenarnya sangat besar di hati mereka,” ujar Isyana Sarasvati.
Isyana juga menyoroti kedekatan emosi dalam video musik tersebut. “Yang aku suka dari music video ini adalah emosinya terasa dekat sekali — tentang anak-anak yang berani mencoba, berani bermimpi, dan terus berjalan meski sering merasa takut atau diragukan,” katanya.
Selain menghadirkan visual emosional, video musik itu turut menampilkan sejumlah bocoran adegan terbaru dari film animasi Garuda di Dadaku. Penonton diperlihatkan aksi pertandingan Putra bersama teman-temannya, yang disebut akan menjadi salah satu daya tarik utama saat film tayang di bioskop. Nuansa perjuangan, keberanian, dan semangat pantang menyerah menjadi benang merah dalam keseluruhan cerita.
Sutradara Ronny Gani mengatakan video musik ini dirancang untuk memperlihatkan jiwa utama film. “Putra adalah anak yang sering merasa dirinya tidak cukup kuat untuk mengejar mimpinya. Tapi justru perjalanan itulah yang membuat ceritanya terasa dekat dengan banyak orang,” ujarnya. Ia menegaskan, “Kami ingin video musik ini mengingatkan bahwa mimpi besar tidak selalu dimulai dari tempat besar.”
Film animasi keluarga Garuda di Dadaku diproduseri oleh Shanty Harmayn bersama Aoura Lovenson Chandra dan Tanya Yuson. Film ini disebut sebagai interpretasi animasi baru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah lama melekat di hati keluarga Indonesia.