Pernyataan kreator konten Bude Wellness yang menyebut tuberkulosis (TBC) dapat dicegah dan diobati dengan tanaman herbal menjadi sorotan di media sosial. Unggahan tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet hingga tenaga medis.
Dokter Kintoko menanggapi polemik itu dengan menegaskan bahwa pengobatan TBC tidak bisa hanya mengandalkan herbal. Ia menyatakan herbal hanya bersifat pendukung dan tidak dapat menggantikan terapi utama menggunakan obat medis atau OAT (Obat Anti Tuberkulosis).
Setelah klarifikasi tersebut beredar luas, Bude Wellness menyampaikan permintaan maaf terkait diksi yang digunakan dalam kontennya. Ia menyatakan sejak awal tidak bermaksud mengatakan herbal dapat menyembuhkan atau menggantikan obat modern.
Menurut Bude Wellness, herbal yang dimaksud berfungsi mendukung sistem imun. Ia menyebut jintan hitam dapat membantu menopang daya tahan tubuh sehingga “mencegah dan mengatasi TBC”. Ia juga mengakui penggunaan kata “mengobati” bisa dinilai kurang tepat dan menyebut istilah itu diadopsi dari penyebutan pada produk herbal.
Dalam penjelasannya, Bude Wellness turut menyinggung habbatus sauda sebagai salah satu herbal yang dikenal dalam literatur Islam, merujuk pada hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari.
Kontroversi ini ramai dibahas di platform media sosial, termasuk Threads. Sejumlah pengguna media sosial juga meminta pihak berwenang menindak penyebaran informasi kesehatan yang dinilai menyesatkan. Salah satu unggahan warganet bahkan menandai akun Kementerian Kesehatan serta organisasi profesi untuk menyoroti isu tersebut.
Menanggapi reaksi publik, Bude Wellness menilai sebagian warganet tidak mengedepankan prinsip tabayyun sebelum menyebarkan informasi. Ia mengatakan banyak orang menarik kesimpulan tanpa menanyakan konteks yang dimaksud, serta menegaskan bahwa mempromosikan herbal tidak berarti melarang pengobatan medis.
Polemik ini terus menjadi perbincangan dan kembali mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada publik.

