Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyatakan program transmigrasi diarahkan untuk menopang agenda ekonomi Presiden Prabowo Subianto, terutama pada sektor perikanan dan perkebunan sawit. Menurutnya, arah kebijakan yang disampaikan Presiden dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 akan diterjemahkan melalui pengembangan kawasan transmigrasi.
Viva Yoga menyampaikan hal itu usai menghadiri pidato Presiden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2026). Ia mengatakan pemerintah ingin memastikan program pembangunan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Presiden berkomitmen mewujudkan cita-cita bangsa yakni terwujudnya masyarakat yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.
Salah satu perhatian Presiden, kata dia, adalah peningkatan kesejahteraan nelayan. Pemerintah disebut berencana membangun 5.000 desa nelayan dengan dukungan sarana melaut yang lebih memadai agar hasil tangkapan meningkat dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Viva Yoga menyebut Kementerian Transmigrasi telah mengarahkan programnya ke sektor perikanan. Sejumlah kawasan transmigrasi, seperti Barelang di Kepulauan Riau dan Pasangkayu di Sulawesi Barat, disiapkan untuk pengembangan nelayan transmigran. “Kita berdayakan transmigran di Kawasan Transmigrasi Barelang Kepri, Pasang Kayu Sulbar, dan lainnya untuk menjadi nelayan handal,” katanya.
Ia menjelaskan, kementeriannya telah memberikan pelatihan kepada 50 peserta transmigrasi lokal yang berasal dari Batam, Rempang, dan Galang. Selain pelatihan, pemerintah juga menyalurkan 16 kapal berukuran 5 GT kepada 16 kelompok usaha bersama (KUB).
Viva Yoga berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan produktivitas nelayan dan berdampak langsung pada pendapatan warga. Ia juga mendorong pengembangan kawasan perikanan terpadu di Barelang dengan konsep pasar ikan modern seperti Jagalchi di Busan, Noryangjin di Seoul, dan Toyosu di Jepang.
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut diperlukan untuk mengatasi persoalan distribusi hasil tangkapan ikan, termasuk keterbatasan pasokan es dan fasilitas cold storage yang masih kerap terjadi di kampung-kampung nelayan. “Pembangunan Kawasan Transmigrasi Barelang merupakan upaya untuk mendukung apa yang disampaikan Presiden dalam pidato tadi,” ujarnya.
Selain perikanan, Viva Yoga juga menyinggung kawasan transmigrasi berbasis perkebunan sawit di Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, Jambi. Ia menyebut mayoritas warga di Desa Karya Harapan Mukti menggantungkan penghasilan dari kebun sawit.
Di desa tersebut, terdapat sekitar 1.000 kepala keluarga petani sawit dengan hasil panen rata-rata mencapai Rp15 juta untuk lahan dua hektare. Viva Yoga mengatakan pengalaman di Kuamang Kuning menunjukkan transmigrasi dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menggerakkan ekonomi kawasan. “Jadi sesuai dengan pidato Presiden, transmigrasi merupakan jalan untuk ikut mensejahterakan rakyat,” katanya.