Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia menjaga kondisi kesehatan setelah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia menekankan masa setelah Armuzna menjadi periode penting untuk memulihkan stamina sebelum mengikuti agenda berikutnya, termasuk persiapan kepulangan ke Tanah Air maupun perjalanan ziarah ke Madinah.
“Kami mengimbau jemaah agar memperbanyak istirahat dan tidak terlalu memaksakan diri mengikuti berbagai kegiatan di luar jadwal resmi,” kata Dahnil, Sabtu (30/5).
Selain kepada jemaah, Dahnil juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), ketua rombongan, serta para pendamping jemaah menjaga ketertiban selama berada di Arab Saudi. Ia mengingatkan agar kegiatan seperti city tour maupun ziarah di luar program resmi tidak dilakukan secara berlebihan demi menjaga keselamatan dan kesehatan jemaah.
Dahnil menegaskan, setiap kegiatan yang melibatkan jemaah harus dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pimpinan. Ia menyatakan Kemenhaj akan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang tidak mematuhi ketentuan tersebut.
“Seluruh aktivitas yang melibatkan jemaah wajib dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pimpinan kloter. Jika ada pihak yang mengabaikan aturan ini, kami akan mengambil tindakan tegas,” ujarnya.
Menurut Dahnil, fase setelah Armuzna tergolong krusial karena kondisi fisik jemaah umumnya mengalami kelelahan. Karena itu, jemaah diminta fokus pada pemulihan dengan memperbanyak waktu istirahat, mengonsumsi vitamin, menjaga pola makan, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
“Kami berharap jemaah dapat memanfaatkan beberapa hari ke depan untuk memulihkan kondisi fisik. Konsumsi makanan bergizi, vitamin, dan istirahat yang cukup sangat penting agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat,” jelasnya.
Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, jemaah diharapkan dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji hingga proses kepulangan ke Indonesia dalam keadaan sehat dan aman.