Tren wellness tourism atau wisata kebugaran kian berkembang dan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Jika sebelumnya wisata identik dengan tamasya dan relaksasi tradisional, kini semakin banyak pelancong yang mencari pengalaman perjalanan yang dinilai memberi dampak lebih luas bagi kesejahteraan diri.
Konsep wellness tourism menekankan upaya mencari keseimbangan kesehatan fisik, mental, dan spiritual melalui perjalanan yang berfokus pada perawatan diri. Karena itu, wisatawan tidak hanya mempertimbangkan pemandangan alam dan atraksi budaya, tetapi juga layanan kesehatan dan kebugaran yang diyakini dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kementerian PPN/Bappenas, Wahyu Wijayanto, menyebut wellness tourism saat ini terus berkembang. Menurutnya, wisatawan datang untuk tujuan spiritual dan kesehatan, sekaligus memperhatikan kesejahteraan serta keseimbangan hidup.
Wahyu menambahkan, kekayaan budaya Nusantara turut mendorong minat wisatawan mancanegara untuk datang, terutama karena menawarkan pengalaman yang berbeda dari kultur di tempat asal mereka. Ia menilai kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan destinasi berbasis budaya sekaligus mendorong pertumbuhan wisata berbasis wellness.
Meski begitu, ia menekankan masih ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi sektor pariwisata nasional. Di antaranya peningkatan standar keamanan dan kebersihan, serta pemasaran yang lebih efektif melalui pemanfaatan media sosial, adopsi teknologi, dan penguatan pariwisata berkelanjutan.
“Tentunya ada banyak hal yang harus ditingkatkan terkait destinasi atraksi, dan juga infrastruktur, kualitas lingkungan hidup, dan terkait dengan kebersihan, keamanan dan keselamatan,” kata Wahyu.
Dalam kesempatan yang sama, Wahyu menilai capaian kunjungan wisatawan mancanegara hingga kuartal ketiga 2023 telah memenuhi target, yakni sekitar 8–9 juta kunjungan, melampaui target 3,5–7,4 juta.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan melalui Gerakan Berwisata di Indonesia. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan belanja wisatawan yang berpengaruh pada perolehan devisa.
Wahyu menyebut peluang pengembangan sektor pariwisata ke depan masih terbuka, termasuk melalui peningkatan pengeluaran wisatawan dan berkembangnya lifestyle tourism. Ia berharap kunjungan wisatawan semakin meningkat, terutama ke destinasi super prioritas yang tengah dikembangkan seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Likupang, dengan tetap menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan.

