Wonderful Indonesia Wellness 2025 yang digelar sepanjang November di Surakarta dan Yogyakarta disebut mampu menggeliatkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat wellness berbasis budaya. Kegiatan ini menjadi payung bagi dua rangkaian utama, yakni Royal Surakarta Wellness Festival (1–23 November) bertema “Royal Javanese Wellness & Sustainable Heritage” dan Jogja Cultural Wellness Festival (1–30 November) yang mengusung “Heritage Wellness Experience”.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Mustika Ratu hadir sebagai mitra utama dengan sejumlah program yang bertujuan memperkuat ekosistem wellness lokal. Program yang ditampilkan meliputi edukasi, workshop peracikan jamu, pengalaman spa tradisional, hingga distribusi produk wellness berbasis herbal Nusantara.
Direktur PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) Kusuma Ida Anjani, yang hadir pada penutupan acara di Asram Edupark, Sleman, Yogyakarta, Minggu (30/11) malam, menyampaikan optimismenya terhadap inisiatif Kementerian Pariwisata. Ia menilai konsistensi program dapat mendorong pertumbuhan wellness tourism dan menjadi keunggulan kompetitif Indonesia di tingkat global.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga menyampaikan harapan agar wellness tourism Indonesia semakin dikenal luas. Ia menargetkan gaung “wellness of Indonesia” dapat menguat di panggung dunia serta menjadi sumber kekuatan ekonomi dan kebanggaan masyarakat.
Jogja Cultural Wellness Festival menghadirkan beberapa sesi, antara lain Healthy Food and Herbals, Spiritual Wellness and Energy Healing, Natural Beauty, serta Harmony in Wellness. Sementara itu, Mustika Ratu menampilkan program Jamu & Herbal Immersion yang memberikan edukasi mengenai manfaat jamu untuk kesehatan pencernaan, imunitas, stamina, dan inner beauty.
Salah satu sorotan kegiatan adalah Jejamu by Mustika Ratu yang mengusung konsep minuman fungsional modern berbasis resep jamu otentik. Selain itu, Royal Heritage Experience memperkenalkan resep-resep jamu warisan keraton kepada publik.
Taman Sari Royal Heritage Spa turut meramaikan acara melalui booth konsultasi yang disebut ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. Dalam festival ini, Taman Sari Royal Heritage Spa menampilkan pengalaman spa Jawa yang memadukan praktik penyembuhan tradisional dengan perawatan wellness berbasis herbal Nusantara.
Sejumlah perawatan yang ditampilkan dirancang sebagai perjalanan holistik, termasuk ritual lulur tradisional berbahan rempah seperti kunyit, temulawak, dan beras, serta teknik pijat Jawa yang diwariskan turun-temurun. Taman Sari Royal Heritage Spa juga mengintegrasikan reflexology pada kaki dan tangan, serta memadukan pijat deep tissue, aromaterapi dari essential oils tanaman lokal, dan healing touch untuk menciptakan pengalaman wellness yang menyeluruh.
Kusuma Anjani menekankan keunikan Indonesia dalam industri wellness global, termasuk kekayaan budaya yang bertumpu pada alam. Ia juga menyoroti pengalaman belajar mengenai sound healing dalam rangkaian Jogja Cultural Wellness Festival serta kegiatan sebelumnya di Surakarta.
Menurutnya, kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata turut memperkenalkan bahwa wellness di Indonesia tidak hanya bersifat mewah, tetapi juga memiliki banyak pilihan yang lebih mudah diakses. Ia menyinggung adanya “hidden gem” di Yogyakarta yang dinilai sebagai aset dan diharapkan dapat diperkenalkan kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Kontribusi Mustika Ratu dalam rangkaian kegiatan ini juga mencakup pemberdayaan UMKM lokal melalui pelatihan workshop peracikan jamu. Upaya tersebut ditujukan untuk memperkuat rantai ekonomi wellness berbasis komunitas. Selain itu, distribusi produk wellness seperti Jejamu, jamu seduh, produk spa, aromaterapi, dan skincare berbahan alami disebut turut memperkenalkan standar kualitas produk herbal Indonesia.
Menutup keterangannya, Kusuma Anjani menyatakan dukungan agar program serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendorong wellness tourism Indonesia di kancah global. Mustika Ratu, yang memiliki sejarah panjang di Surakarta serta kedekatan dengan budaya keraton dan jamu, menyatakan konsistensinya dalam mendukung promosi Indonesia sebagai destinasi wellness global.

