BERITA TERKINI
Wonderful Indonesia Wellness Kembali Digelar, Hadirkan Festival Kebugaran di Surakarta dan Yogyakarta

Wonderful Indonesia Wellness Kembali Digelar, Hadirkan Festival Kebugaran di Surakarta dan Yogyakarta

Program “Wonderful Indonesia Wellness” kembali digelar untuk mempromosikan tradisi kebugaran dan kesehatan Indonesia yang menekankan keseimbangan tubuh dan pikiran. Kegiatan ini berlangsung sepanjang 1 hingga 30 November 2025, dengan mengangkat ritual serta praktik tradisional dari berbagai daerah.

Dalam rangkaian program tersebut, peserta diajak mengenal dan mencoba metode kebugaran alami yang telah dikenal sejak lama. Berbagai praktik yang ditampilkan antara lain pengobatan herbal, meditasi, serta terapi pijat kuno, dengan menonjolkan penggunaan bahan-bahan alami dan lokal seperti rempah-rempah dan tanaman obat.

Selain menawarkan pengalaman relaksasi, “Wonderful Indonesia Wellness” juga memuat unsur edukasi. Peserta dapat belajar langsung dari para pakar tradisi kuno. Program ini sekaligus diposisikan sebagai ajang promosi pariwisata berbasis kesehatan.

Data Global Wellness Institute menempatkan Indonesia di posisi teratas di Asia Tenggara dalam ekonomi kebugaran pada 2023, dengan kontribusi terhadap ekonomi kebugaran global mencapai 56,4 miliar dolar AS. Indonesia juga disebut berada di peringkat keenam di Asia Pasifik dan mencatat pertumbuhan tertinggi ketiga di kawasan tersebut.

Kementerian Pariwisata turut menyiapkan penguatan destinasi kebugaran melalui penyusunan “Wellness Journey Across the Java Wonders”, yang direncanakan diluncurkan pada acara pembukaan “Wonderful Indonesia Wellness”.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri, komunitas, media, hingga masyarakat, guna menyukseskan program ini. Menurutnya, acara ini dirancang sebagai platform menyeluruh yang menjadi penghubung utama antar pemangku kepentingan.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, terdapat dua agenda utama, yakni “Royal Surakarta Wellness Festival” yang diprakarsai Keraton Surakarta, serta “Jogja Cultural Wellness Festival” yang melibatkan komunitas dan industri kebugaran di Yogyakarta.

Widiyanti juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan di berbagai kota. Bali disebut sebagai salah satu target utama, mengingat sekitar 25 hingga 30 persen wisatawan yang datang ke daerah tersebut bertujuan untuk healing atau penyembuhan. Kota lain yang juga ditargetkan untuk tahun-tahun berikutnya adalah Jakarta dan Sumatera Utara.

Untuk penyelenggaraan kali ini, Widiyanti menargetkan 7.500 pengunjung dari dalam dan luar negeri. Ia juga menyebut promosi wisata kebugaran Indonesia ditujukan hingga ke mancanegara, termasuk Korea Selatan, Australia, Malaysia, India, Jepang, dan Beijing, yang disebut memiliki ketertarikan untuk berinvestasi dalam industri tersebut.

Dari sisi ekonomi, Widiyanti memperkirakan perputaran ekonomi dari ticketing sekitar Rp6,7 miliar, dengan dampak tidak langsung dari akomodasi, transportasi, kuliner, dan UMKM yang diperkirakan mencapai Rp13 miliar transaksi atau perputaran ekonomi.