Aktivitas transportasi publik di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, mengalami penyesuaian pada Rabu, 20 Mei 2026. Sejumlah layanan Transjakarta mengalihkan rute perjalanan menyusul adanya aksi penyampaian pendapat serta agenda sidang paripurna DPR RI yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan di kawasan DPR/MPR untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran kegiatan kenegaraan. Informasi perubahan layanan disampaikan melalui akun resmi informasi Transjakarta, @infotije, yang menyebut penyesuaian lintasan dilakukan akibat penutupan sejumlah ruas jalan di depan kompleks DPR/MPR.
Salah satu layanan yang terdampak adalah rute SH2 dengan trayek Bandara Soekarno-Hatta–Blok M. Rute ini dialihkan karena akses jalan di depan Gedung DPR/MPR ditutup sementara selama kegiatan berlangsung. Selain itu, layanan SH2 untuk sementara tidak melayani pemberhentian di Bus Stop DPR 1.
Penyesuaian juga terjadi pada rute 8N trayek Kebayoran–Petamburan via Asia Afrika. Pada arah Petamburan, layanan sementara tidak berhenti di halte MPR 1 hingga MPR 2. Adapun untuk arah Kebayoran, sejumlah halte mulai dari Lapangan Manahan hingga Istora Senayan juga tidak melayani penumpang sementara waktu.
Transjakarta menyatakan pengalihan rute dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang di tengah rekayasa lalu lintas. Hingga informasi ini disampaikan, belum ada pengumuman resmi mengenai pengalihan layanan Transjakarta lainnya dan sebagian besar armada disebut masih beroperasi normal.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri rapat paripurna di Gedung Nusantara II untuk menyampaikan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2026. Agenda tersebut merupakan bagian dari pembahasan arah kebijakan anggaran nasional pemerintah untuk tahun mendatang.
Seiring pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar Senayan, masyarakat diimbau memperhatikan informasi terbaru terkait kondisi jalan dan perubahan layanan transportasi publik. Pengguna Transjakarta juga disarankan memantau kanal resmi atau aplikasi layanan transportasi sebelum bepergian serta mempertimbangkan jalur alternatif agar terhindar dari keterlambatan.