BERITA TERKINI
ArtSwara Suguhkan “Vintage Sounds”, Hidupkan Kembali Musik Pop Indonesia Era 80–90-an di Jakarta

ArtSwara Suguhkan “Vintage Sounds”, Hidupkan Kembali Musik Pop Indonesia Era 80–90-an di Jakarta

JAKARTA — Rumah produksi seni pertunjukan ArtSwara menggelar pertunjukan bertajuk Vintage Sounds di auditorium Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Selasa malam (17/2). Pertunjukan berformat live variety show ini menghadirkan kembali lagu-lagu populer Indonesia era 1980–1990-an dalam kemasan musikalitas yang digarap serius, sekaligus mengajak penonton bernostalgia lintas generasi.

Pergelaran tersebut berangkat dari visi Maera selaku Produser Eksekutif sekaligus penggagas acara. Ia menyebut Vintage Sounds sebagai dedikasi dan penghormatan kepada kedua orang tuanya. “Apresiasi luar biasa dari seluruh penonton malam ini adalah kehormatan yang tak terlukiskan. Tujuan kami menghidupkan kembali memori keluarga melalui lagu-lagu era 80–90an sebagai pengalaman lintas generasi benar-benar terwujud dengan indah,” kata Maera dalam keterangannya, Jumat (20/2).

Nuansa 1990-an juga terasa lewat kehadiran duo pembawa acara Indy Barends dan Indra Bekti. Keduanya memandu jalannya pertunjukan dengan gaya yang humoris dan ringan, menjaga suasana tetap segar sepanjang acara.

Pertunjukan dibuka dengan energi tinggi melalui komposisi “Alam Maya”, lagu yang dikenal sebagai hit era 1990-an dari The Kids Brother. Lagu pembuka itu memantik sorak penonton dan menjadi pengantar menuju rangkaian nomor berikutnya yang mengajak audiens kembali ke memori musik masa lalu.

Setelah beberapa nomor berjalan, suasana berubah menjadi lebih syahdu lewat segmen khusus untuk mengenang seniman Titiek Puspa. Penyanyi teater Gabriel Harvianto membawakan lagu “Cinta” dengan penghayatan mendalam. Penampilannya menghadirkan momen emosional yang membuat sebagian penonton larut dalam penghormatan terhadap kontribusi sang legenda bagi musik Indonesia.

Dari sisi musikal, pertunjukan dipimpin Tohpati bersama Tohpati Orchestra. Aransemen berformat big band memberi warna baru yang segar dan groovy pada sejumlah lagu klasik, termasuk “Selamat Datang Cinta”, “Asmaraku Asmaramu”, dan “Cinta dan Damai”, tanpa menghilangkan karakter aslinya.

Sejumlah kolaborasi turut memperkaya panggung Vintage Sounds. Salah satu sorotan datang dari penampilan Iwa K yang memadukan dinamika rap dengan kemegahan orkestra. Ia tampil bersama Maera, BimaZeno, dan Taufan Purbo membawakan “Dansa Yuk Dansa”.

Aspek visual juga mendapat porsi penting melalui penampilan Gallaby yang memadukan nyanyian dan tarian, serta seni lukis pasir dari Vina Candrawati yang mengiringi alur cerita secara puitis. Kelompok pemandu sorak A Team Cheerleader turut tampil dengan atraksi yang memukau penonton.

Melalui Vintage Sounds, ArtSwara menghadirkan perayaan musik pop Indonesia era 80–90-an dalam format variety show yang memadukan musik, kolaborasi, dan unsur visual panggung. Pergelaran ini sekaligus menegaskan daya tarik lagu-lagu lintas generasi ketika disajikan dengan konsep pertunjukan yang terarah.