Banjarbaru Street Art Festival (BSAF) digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Pahlawan di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Sabtu (15/11/2025) sore. Festival ini melibatkan warga setempat dan menjadi ajang kolaborasi lintas usia dalam menampilkan kreativitas di ruang publik.
Gelaran perdana BSAF diinisiasi Banjarbaru Emas Creative Centre (BECC) bersama Kelurahan Syamsudin Noor dengan mengusung tema “Dari Warga Untuk Warga.” Kegiatan diawali seremoni pelepasan peserta festival dari 17 rukun tetangga (RT) se-Kecamatan Landasan Ulin, dimulai dari Ruang Terbuka Hijau Wella Mandiri menuju panggung di halaman Kantor Kelurahan Syamsudin Noor.
Parade diikuti peserta dari berbagai lapisan umur. Mereka berkolaborasi menghidupkan jalanan melalui beragam penampilan kreatif dalam bingkai persatuan, yang disambut sorak warga yang hadir menyaksikan acara.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut BSAF menjadi bagian dari program One Village One Product (OVOP) yang kali ini dilaksanakan di Kecamatan Landasan Ulin.
Menurut Erna Lisa Halaby, festival ini dinilai penting untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mengembangkan potensi daerah agar dapat menghasilkan produk lokal khas unggulan. Ia juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan kegiatan serupa dapat menyusul di empat kecamatan lainnya di Kota Banjarbaru sebagai bagian dari program OVOP.
Salah satu peserta, Afrilia, warga RT 15 RW 3 Kelurahan Syamsudin Noor, tampil mengenakan kostum kebaya khas Jawa. Ia mengatakan persiapan dilakukan dalam waktu singkat, sekitar satu minggu, dengan tema yang mengangkat perjuangan, budaya, dan persatuan. Menurutnya, makna kegiatan ini adalah mempererat hubungan antarwarga.
Afrilia menilai BSAF tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana refleksi dan pemersatu masyarakat Banjarbaru yang datang dari berbagai kultur dan budaya. Ia berharap festival ini dapat digelar rutin setiap tahun agar semangat kepahlawanan tetap terjaga dan perjuangan para pahlawan tidak dilupakan.
Peserta lain, Wiwin dari RT 15 Kelurahan Syamsudin Noor, mengenakan kostum dokter. Ia menyebut persiapan selama satu minggu dinilai cukup untuk melibatkan seluruh elemen warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Wiwin mengatakan keterlibatan bersama menjadi salah satu kunci meriahnya pelaksanaan festival tersebut.

