BERITA TERKINI
Beauty Wellness Menggeser Makna Kecantikan Modern ke Arah Kesehatan Fisik dan Mental

Beauty Wellness Menggeser Makna Kecantikan Modern ke Arah Kesehatan Fisik dan Mental

Perkembangan tren kecantikan di masyarakat mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya kecantikan kerap dikaitkan dengan makeup tebal, kulit mulus, dan penampilan yang dinilai sempurna, kini semakin banyak orang memahami bahwa kecantikan juga berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental. Pendekatan ini dikenal sebagai beauty wellness, yakni konsep yang menekankan keseimbangan antara perawatan diri, kesehatan tubuh, dan kenyamanan emosional.

Tren beauty wellness kian populer seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya self-care dalam kehidupan sehari-hari. Anak muda tidak lagi hanya berfokus pada skincare atau kosmetik, tetapi juga mulai memperhatikan pola tidur, pola makan sehat, olahraga rutin, hingga menjaga kesehatan mental. Mereka meyakini bahwa tubuh dan pikiran yang sehat dapat memengaruhi penampilan secara alami.

Pengamat gaya hidup dan kecantikan, Rina Maharani, menilai perubahan tersebut mencerminkan pergeseran cara pandang masyarakat tentang makna cantik. Menurutnya, kecantikan tidak semata-mata soal tampilan luar, melainkan juga tentang rasa nyaman dan percaya diri terhadap diri sendiri.

Rina juga menyoroti peran media sosial dalam memperluas pemahaman mengenai beauty wellness. Berbagai kampanye tentang self-love, body positivity, dan hidup seimbang semakin sering dibahas dan mendapat perhatian, terutama di kalangan generasi muda. Dampaknya, standar kecantikan dinilai semakin beragam dan tidak lagi terpaku pada satu bentuk tertentu.

Sejalan dengan perubahan ini, industri kecantikan turut menyesuaikan arah. Sejumlah produk skincare kini lebih menekankan kesehatan kulit jangka panjang dibandingkan hasil instan. Beberapa merek juga mengangkat pesan tentang pentingnya kesehatan mental dan perawatan diri secara menyeluruh dalam strategi komunikasi mereka.

Psikolog sekaligus pemerhati kesehatan mental, Dinda Larasati, menyebut konsep beauty wellness dapat berdampak positif bagi kondisi psikologis. Ia menilai, ketika seseorang merasa sehat secara fisik dan mental, rasa percaya diri dapat muncul secara alami tanpa dorongan untuk memaksakan diri mengikuti standar kecantikan tertentu.

Fenomena beauty wellness menunjukkan bahwa kecantikan kini tidak lagi hanya dimaknai sebagai daya tarik fisik. Kecantikan semakin dipahami sebagai hasil dari tubuh yang sehat, pikiran yang tenang, serta kemampuan menerima diri sendiri. Dengan keseimbangan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjalani gaya hidup yang lebih sehat sekaligus membangun kepercayaan diri secara lebih positif.