BERITA TERKINI
Bisnis Wellness di Bali Dinilai Masih Berpeluang, Legian Jadi Salah Satu Lokasi Incaran

Bisnis Wellness di Bali Dinilai Masih Berpeluang, Legian Jadi Salah Satu Lokasi Incaran

MANGUPURA – Bisnis wellness atau layanan relaksasi dan kebugaran di Bali dinilai masih menjanjikan. Tingginya aktivitas wisatawan serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan relaksasi mendorong sejumlah pelaku usaha memperluas bisnisnya ke Pulau Dewata.

Salah satu kawasan yang dianggap potensial berada di Jalan Dewi Sri, Legian, Kecamatan Kuta, Badung. Area ini dinilai memiliki aktivitas wisatawan dan masyarakat yang padat, sehingga cocok untuk usaha family massage dan reflexology.

Direktur PT Sehat Penuh Berkah (Kayuputih Family Reflexology Group), Steve Satria Utama, mengatakan perusahaannya memilih membuka usaha di Legian karena lokasinya strategis dan berada di kawasan wisata. “Legian ini menurut kami pasarnya cukup padat dan berada di tengah-tengah area yang menjadi target pasar utama kami. Jadi untuk pengenalan awal di Bali, kami masuk dulu dari sisi Legian,” ujarnya saat ditemui di kawasan Dewi Sri, Badung, Rabu (20/5).

Steve menyebut Bali menjadi wilayah baru pengembangan usaha setelah sebelumnya bisnis tersebut memiliki 17 outlet di lima pulau, yakni Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali. Ia menilai peluang bisnis wellness di Bali masih besar, terlihat dari tingginya kunjungan ke berbagai tempat relaksasi dan layanan kebugaran di kawasan wisata. “Kami melihat bisnis wellness di Bali sangat potensial. Saat kami melihat langsung beberapa tempat wellness di sini, rata-rata cukup ramai dan penuh. Artinya pasarnya memang masih ada,” katanya.

Menurutnya, pasar layanan wellness di Bali tidak hanya datang dari wisatawan domestik dan masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan asing. Meski demikian, pihaknya mengarahkan layanan untuk segmen menengah dengan konsep nyaman dan harga terjangkau. “Di Bali pasarnya cukup terbuka. Tidak hanya warga lokal, tapi juga wisatawan asing. Kami bermain di pasar middle,” ujarnya.

Steve menambahkan, salah satu layanan yang banyak diminati pelanggan adalah kombinasi pijat tradisional dan teknik Thailand massage. Layanan ini memadukan pijatan menggunakan minyak dengan peregangan otot untuk membantu relaksasi tubuh.

Dalam operasionalnya, perusahaan juga melibatkan tenaga kerja lokal Bali. Pihaknya menekankan konsistensi layanan dan kenyamanan pelanggan. “Kami berharap unggul dari sisi pelayanan. Dengan harga yang terjangkau, kami ingin tetap memberikan pelayanan seperti standar hotel bintang lima,” kata Steve.

Untuk tarif layanan, reflexology dibanderol mulai Rp130 ribu per jam, sedangkan pijat badan mulai Rp160 ribu per jam. Pada masa pembukaan, pengunjung juga mendapat promo diskon hingga 15 persen selama satu bulan.