Produk kerajinan tangan Chunky Bag karya ibu-ibu PKK Kelurahan Pakulonan menjadi salah satu barang yang paling diminati pengunjung dalam ajang Tangsel Art Festival di BXChange Mall, Kamis (20/11). Tas rajut bergaya kekinian itu menarik perhatian sejak pameran dibuka.
Lurah Pakulonan Dwi Santoso mengatakan, Chunky Bag merupakan hasil pelatihan pemberdayaan masyarakat yang dibiayai melalui Dana Kelurahan dan Dana Alokasi Umum (DAU). Pelatihan tersebut digelar tahun ini dan langsung menghasilkan produk yang siap dipasarkan.
Menurut Dwi, Chunky Bag pertama kali diperkenalkan dalam roadshow Dekranasda Kecamatan Serpong Utara. Pada kesempatan itu, Ketua Dekranasda disebut terkesan dan meminta agar produk tersebut ikut ditampilkan di Tangsel Art Festival. Dwi menilai respons pengunjung dalam pameran kali ini sangat baik.
Chunky Bag diproduksi dalam berbagai ukuran dengan bahan velvet dan katun. Model berbahan velvet disebut paling cepat terjual. Dari 20 unit yang diproduksi, kini hanya tersisa beberapa unit.
Dwi menyebut, minat pembeli sudah terlihat sejak proses penataan barang. Dalam satu hari pameran, tujuh unit terjual. Produk ini dibanderol dengan harga terjangkau, berkisar Rp150 ribu hingga sekitar Rp250 ribu, bergantung ukuran dan bahan.
Selain Chunky Bag, warga Pakulonan juga memiliki produk kerajinan lain, seperti lilin aromaterapi. Namun dalam ajang ini, Chunky Bag menjadi sorotan utama.
Seluruh produk masih dibuat secara handmade. Ke depan, Kelurahan Pakulonan berencana memperluas produksi dengan melibatkan lebih banyak warga.

