BERITA TERKINI
Dari Peterpan ke Noah: Rekor Penjualan, Kontroversi, dan Kebangkitan di Industri Musik Indonesia

Dari Peterpan ke Noah: Rekor Penjualan, Kontroversi, dan Kebangkitan di Industri Musik Indonesia

Perjalanan Peterpan hingga bertransformasi menjadi Noah kerap disebut sebagai salah satu kisah paling menonjol dalam industri musik Indonesia. Berawal dari band pendatang baru asal Bandung, mereka tumbuh menjadi kekuatan pop dengan penjualan jutaan kopi, sempat terhenti akibat kasus video asusila yang menimpa sang vokalis, lalu kembali bangkit dan menguasai panggung musik Tanah Air.

Nama Ariel menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan tersebut. Peterpan pertama kali dikenal luas lewat single “Mimpi Yang Sempurna” pada 2002. Bersama Musica Studio’s, band ini merilis album debut Taman Langit yang menandai kemunculan kekuatan baru di tengah dominasi band besar pada era itu seperti Dewa 19, Sheila On 7, dan Jamrud.

Puncak awal popularitas mereka terjadi saat album Bintang di Surga dirilis pada 2004. Dalam waktu sepekan, album itu disebut menembus satu juta kopi dan pada akhirnya terjual hingga 3 juta kopi. Pencapaian tersebut disertai raihan sedikitnya 13 penghargaan, termasuk tujuh piala Anugerah Musik Indonesia, yang mengukuhkan posisi Peterpan di tengah persaingan ketat band-band besar era 2000-an.

Di balik kesuksesan itu, Ariel—yang bernama lengkap Nazril Irham—dikenal sebagai penulis lagu utama dengan gaya yang dinilai sederhana dari sisi chord, namun kuat pada melodi serta lirik yang menyentuh emosi pendengar. Media musik Rolling Stone Indonesia juga pernah memasukkan Ariel dalam daftar 50 penyanyi terbaik dan 100 pencipta lagu terbaik Indonesia. Ia disebut perfeksionis, bahkan satu baris lirik bisa dikerjakan berbulan-bulan untuk menemukan diksi yang dianggap tepat.

Fenomena Peterpan melampaui musik. Ariel menjadi ikon budaya pop, termasuk gaya tas pinggang yang pernah ia kenakan di atas panggung dan sempat menjadi tren. Lagu “Semua Tentang Kita” pun kerap disebut sebagai rujukan bagi gitaris pemula. Secara musikal, Peterpan dikenal memadukan unsur britpop dengan sentuhan melayu yang lebih dekat dengan selera pendengar Indonesia.

Namun, perjalanan mereka juga diwarnai konflik internal. Pada 2006, Andika dan Indra hengkang dari band. Situasi semakin rumit ketika pada 2010 Ariel tersandung kasus video asusila dan harus menjalani hukuman penjara. Peterpan kemudian memasuki masa vakum.

Di periode itu, industri musik Indonesia diramaikan gelombang band melayu serta boyband dan girlband. Banyak pihak memprediksi karier Ariel akan berakhir, tetapi situasi kemudian bergerak ke arah berbeda.

Setelah melewati masa transisi, pada 2012 Peterpan resmi berganti nama menjadi Noah. Nama tersebut dipilih dari beberapa kandidat dan disebut mewakili filosofi ketenangan serta umur panjang. Pergantian nama itu sempat menjadi trending topic di Twitter.

Kembalinya mereka ditandai dengan single “Separuh Aku” yang diputar serentak di 200 radio di Indonesia. Album perdana Noah, Seperti Seharusnya, disebut langsung terjual lebih dari satu juta kopi. Mereka juga mencatatkan rekor MURI setelah menggelar konser di dua benua dan lima negara dalam sehari.

Perubahan dari Peterpan menjadi Noah tidak berhenti pada pergantian nama. Mereka dinilai kembali menggeser peta musik Indonesia, seiring meredupnya popularitas boyband dan girlband dan kembalinya band pop ke arus utama.

Meski kembali menghadapi perubahan formasi dengan keluarnya Reza pada 2015 dan Uki pada 2019, Noah bertahan dengan formasi Ariel, Lukman, dan David. Pada konser satu dekade bertajuk The Great Journey of Noah di Jakarta International Expo pada 2022, puluhan ribu penonton memadati area konser. Lebih dari 30 lagu dibawakan, menjadi penanda bahwa daya tarik mereka masih kuat.

Setelah lebih dari dua dekade berkarya, perjalanan Peterpan hingga menjadi Noah memperlihatkan dinamika jatuh-bangun sebuah grup musik di tengah perubahan zaman dan selera pasar. Sosok Ariel tetap menjadi pusat perhatian, dengan karya-karya yang kerap menjadi perbincangan publik.