Drama Korea kerap dikenal bukan hanya karena alur cerita dan jajaran pemainnya, tetapi juga kualitas produksi yang tinggi. Berbagai elemen seperti efek CGI, pemilihan lokasi syuting, desain set, hingga detail kostum menjadi bagian penting untuk menghadirkan sinematografi yang memukau. Konsekuensinya, sejumlah judul membutuhkan anggaran produksi besar dan masuk dalam daftar drama dengan biaya termahal.
Berikut enam drama Korea yang disebut memiliki biaya produksi tinggi, beserta gambaran cerita dan faktor yang mendorong besarnya anggaran.
1. Arthdal Chronicles (2019)
Drama sejarah fantasi ini disebut memiliki anggaran produksi sekitar 54 miliar Won atau setara Rp628 miliar. Biaya besar tersebut antara lain digunakan untuk menyewa lokasi syuting di Brunei serta membangun set khusus di Osan. Produksi juga memaksimalkan CGI, desain set, dan kostum untuk menampilkan visual dunia fiksi bernama Arth. Ceritanya berlatar zaman prasejarah, menyoroti perebutan kekuasaan antarsuku di negeri tersebut.
2. Kingdom (2019)
Serial original Netflix Korea ini mengangkat tema wabah zombie pada masa Dinasti Joseon. Diproduksi dalam dua musim, Kingdom disebut menelan biaya sekitar 35 miliar Won atau setara Rp410 miliar. Anggaran digunakan untuk kebutuhan CGI, tata rias, serta melibatkan banyak pemeran untuk karakter zombie, selain biaya jajaran pemain utama. Tujuannya untuk menghadirkan visual dunia zombie yang lebih realistis.
3. Jirisan (2021)
Drama thriller misteri yang dibintangi Ju Ji Hoon dan Jun Ji Hyun ini berkisah tentang upaya penyelamatan pendaki hilang oleh petugas Taman Nasional Jirisan. Karena sebagian besar berlatar di Gunung Jiri, produksi membutuhkan biaya tinggi, termasuk untuk CGI yang menampilkan elemen bencana alam dan tantangan lokasi serta cuaca ekstrem. Anggaran yang disebutkan mencapai 30 miliar Won atau sekitar Rp352 miliar.
4. Bulgasal: Immortal Souls
Digarap Studio Dragon, drama fantasi ini disebut memiliki biaya produksi sekitar 40 miliar Won atau setara Rp468 miliar. Penggunaan CGI dan efek khusus menjadi salah satu kebutuhan utama untuk menampilkan monster serta transformasi tubuh secara detail. Ceritanya mengikuti makhluk mitologi era Dinasti Goryeo yang dikutuk menjadi Bulgasal dan hidup abadi selama 600 tahun, hingga bertemu perempuan yang terkait dengan masa lalunya.
5. Moving (2023)
Drama sci-fi adaptasi webtoon ini disebut menghabiskan sekitar 60 miliar Won atau setara Rp703 miliar. Ceritanya tentang sekelompok manusia berkekuatan super yang berusaha menyembunyikan identitas. Karena tiap karakter memiliki kekuatan berbeda, produksi memaksimalkan adegan aksi, koreografi, pembangunan set, serta CGI. Dalam prosesnya, disebut ada kerja sama dengan 60 studio VFX dari sembilan negara. Moving juga tercatat meraih nominasi untuk ajang Baeksang Arts Awards 2024.
6. Queen of Tears (2024)
Tayang di Netflix dan diproduksi Studio Dragon, Queen of Tears disebut masuk jajaran drama beranggaran besar dengan biaya sekitar 40 miliar Won atau setara Rp468 miliar. Kisahnya menyoroti rumah tangga Hong Hae In, putri konglomerat sekaligus CEO Queens Group, dan Baek Hyun Woo, direktur hukum di perusahaan yang sama. Setelah tiga tahun menikah, hubungan mereka berada dalam krisis dan berusaha bertahan menghadapi berbagai rintangan.
Besarnya anggaran produksi pada judul-judul tersebut umumnya ditopang oleh kebutuhan visual, efek khusus, lokasi syuting, hingga detail desain produksi. Hasilnya, masing-masing drama berupaya menghadirkan pengalaman menonton yang kuat lewat skala cerita dan tampilan sinematik.

