BERITA TERKINI
Destinasi Wellness dan Eco-Hospitality di Jawa Tengah, dari Tawangmangu hingga Borobudur

Destinasi Wellness dan Eco-Hospitality di Jawa Tengah, dari Tawangmangu hingga Borobudur

Tren liburan kian bergeser ke arah perjalanan yang lebih personal dan menenangkan. Banyak wisatawan kini memilih penginapan yang dekat dengan alam, mengusung konsep berkelanjutan, serta menghadirkan pengalaman mindful. Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang menawarkan perpaduan tersebut, mulai dari lanskap pegunungan, sungai, hingga kawasan budaya.

Seiring meningkatnya minat terhadap wellness tourism, konsep eco-hospitality juga berkembang. Sejumlah akomodasi di Jawa Tengah tidak hanya menjual kenyamanan, tetapi juga menonjolkan praktik ramah lingkungan dan pengalaman yang lebih terhubung dengan sekitar.

Di Tawangmangu, Karanganyar, Rumah Atsiri Indonesia menawarkan pengalaman aromatic wellness. Destinasi ini merupakan hasil revitalisasi pabrik penyulingan Citronella peninggalan tahun 1963 yang kemudian berkembang menjadi pusat wellness, edukasi, dan hospitality terintegrasi. Wisatawan dapat mengikuti trekking, workshop, hingga mengunjungi Museum Atsiri, serta menginap di Atsiri Glamping dengan tarif mulai Rp1,2 jutaan per malam. Pengelola menerapkan praktik eco-hospitality seperti penghematan energi, pengurangan plastik sekali pakai, dan program daur ulang linen.

Beralih ke Magelang, Puri Asri Hotel & Resort menghadirkan pengalaman menginap di tepi Sungai Progo. Hotel yang berdiri sejak 1998 ini menjalankan program sustainability untuk lingkungan sekitar, termasuk pengelolaan sampah tanpa pembakaran. Sampah organik diolah menjadi pupuk, sementara penggunaan lampu Light Emitting Diode (LED) ditujukan untuk menekan konsumsi listrik harian. Tarif menginap disebut mulai Rp900 ribuan per malam melalui tiket.com. Sejumlah inisiatif lain yang ditonjolkan antara lain konsep live cooking, penggunaan electric vehicle, serta program kebersihan Sungai Progo.

Masih di Magelang, Artotel Leguna Magelang mengusung konsep eco-hospitality modern dengan sentuhan artistik. Hotel rancangan Andra Matin ini menerapkan desain arsitektur modern tropis yang terbuka, memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara untuk mengurangi penggunaan pendingin ruangan. Pendekatan tersebut ditujukan untuk menekan konsumsi energi sekaligus menjaga kenyamanan tamu. Harga kamar di hotel ini mulai Rp850 ribuan per malam.

Di sekitar kawasan Borobudur, Plataran Borobudur Resort & Spa menawarkan pengalaman luxury eco-resort bernuansa budaya Jawa. Resort ini menghadap panorama Candi Borobudur, Gunung Merapi, dan Pegunungan Menoreh. Filosofi “True Indonesian Icon” diwujudkan melalui pelestarian budaya serta keterlibatan masyarakat lokal, termasuk dalam hospitality dan penyediaan pengalaman lokal bagi tamu. Tarif menginap disebut mulai Rp5 jutaan per malam.

Deretan destinasi tersebut mencerminkan arah baru wisata, di mana pengalaman berkelanjutan menjadi pertimbangan penting. Penginapan tidak hanya menawarkan fasilitas, tetapi juga upaya membangun koneksi yang lebih dekat dengan lingkungan sekitar melalui pendekatan wellness dan eco-hospitality.

Sejalan dengan perubahan preferensi itu, tiket.com memperkuat fitur tiket Green untuk membantu pencarian akomodasi berkelanjutan. Fitur tersebut mengacu pada enam indikator sustainability, yakni pangan, energi, air, mindfulness, biodiversitas, dan pengolahan sampah. Senior Vice President of Accommodations tiket.com, Cisyelya Bunyamin, menyebut perubahan preferensi wisatawan semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir, dengan kecenderungan mencari perjalanan yang lebih personal dan dekat dengan alam.