Sejak video musik dirilis, cuplikan dari dua lagu tema film Rabbit, Oh!—“Thỏ ơi là Hoa Gạo” dan “Giữ anh em làm cũng không xong”—banyak beredar di media sosial dan memancing ribuan komentar penonton.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah “Hoa Gạo” (Bunga Padi), lagu yang sebelumnya identik dengan Ha Tran. Dalam versi terbaru untuk film ini, lagu tersebut dihadirkan ulang melalui kolaborasi vokal Seniman Rakyat Thanh Lam dan Van Mai Huong. Perpaduan dua suara lintas generasi itu memberi warna berbeda: Thanh Lam mempertahankan karakter vokal yang kuat dan mendalam, sementara Van Mai Huong—yang memerankan Hai Lan—menampilkan emosi yang lembut dan rapuh, namun tetap terasa menyentuh.
Di dalam film, Hai Lan digambarkan sebagai karakter dengan perjalanan psikologis yang kompleks. Van Mai Huong tidak hanya menyalurkan lapisan emosi itu lewat akting, tetapi juga melalui kontribusinya pada musik. Vokalnya diposisikan sebagai semacam monolog batin yang mengisi momen hening dan retakan emosional yang dialami tokoh tersebut.
Secara musikal, “Hoa Gạo” disebut memiliki melodi yang menyeramkan dengan harmoni gelap dan menghantui, serta pernah dibawakan grup Dai Lam Linh. Untuk kebutuhan Rabbit, Oh!, musisi Thanh Phuong mengaransemen ulang lagu tersebut dengan sentuhan gitar yang digambarkan menyentuh dan feminin, menonjolkan semangat “feminin” yang mengalir sepanjang film.
Lagu ini hadir pada adegan-adegan klimaks dan berfungsi sebagai arus bawah yang mengarahkan emosi para karakter. Musiknya tidak ditempatkan sebagai elemen di luar cerita, melainkan ditenun ke dalam perkembangan narasi, mendorong tempo film menuju suasana yang lebih tegang. Salah satu baris lirik, “Dia berkedip dan berlari di tengah hujan malam,” diposisikan sebagai metafora—seperti jejak kaki kelinci misterius yang membawa tokoh-tokohnya masuk ke “lubang kelinci” yang tersembunyi di dalam jiwa.
Meski memiliki nuansa yang disebut akademis dan mistis di antara lagu-lagu bertema masa muda lainnya dalam film, “Hoa Gạo” dinilai tidak terasa janggal. Kontras itulah yang justru membangun daya tarik dan membantu penonton menangkap emosi yang saling bertumpuk dalam kisah cinta yang digambarkan tidak sempurna.
Video musik “Hoa Gạo” juga menonjol lewat skema warna hitam-putih yang minimalis, berbeda dari tampilan warna-warni di layar lebar. Pendekatan monokromatik ini menekankan emosi “murni” dalam lirik, sekaligus menyoroti sisi terang dan gelap dari dunia batin karakter.
Metafora bunga kapuk merah yang mekar mencolok namun cepat layu turut dihadirkan sebagai gambaran tentang cinta: indah, intens, tetapi rapuh. Tema ini sejalan dengan gagasan utama film tentang hubungan yang cemerlang namun tidak lengkap, serta realitas yang menyimpan banyak sisi tersembunyi. Di media sosial, sejumlah penonton mengaku “merinding” saat mendengarkan “Hoa Gạo” karena melodinya yang menghantui dan emosi yang membekas.
Keunikan lain dari soundtrack film ini adalah seluruh lagu dibawakan oleh artis yang terlibat dalam film. Jika “Hoa Gạo” menjadi duet Thanh Lam dan Van Mai Huong, maka sebelumnya Lyly—pemeran MC Hai Linh—menggubah sekaligus membawakan “Giữ anh em làm cũng không xong” (“I Can’t Even Keep You”).
Lagu yang dibawakan Lyly tersebut disebut telah meraih hampir setengah juta penayangan di YouTube. Balada ini menjadi refleksi atas hubungan Hai Linh dan The Phong (Vinh Dam), dengan lirik bernuansa pertanyaan dan penderitaan yang digambarkan seperti monolog seorang perempuan yang masih mencintai, tetapi terpaksa melepaskan.
Dalam video musiknya, selain menampilkan adegan romantis antara Hai Linh dan The Phong, terdapat pula sisipan penampilan band dengan gaya sederhana dan minimalis. Penataan yang terkendali ini ditujukan untuk menguatkan emosi, menonjolkan vokal serta kedalaman lirik, sekaligus melengkapi narasi film.
Dengan demikian, kedua lagu tema tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengiring, melainkan turut memperluas lapisan psikologis karakter. Melalui melodi dan lirik yang sarat narasi, penonton maupun pendengar diajak merasakan gejolak batin para tokoh, yang pada akhirnya memicu empati.

