BERITA TERKINI
Empat Destinasi Wellness dan Eco-Hospitality di Jawa Tengah, dari Lereng Lawu hingga Borobudur

Empat Destinasi Wellness dan Eco-Hospitality di Jawa Tengah, dari Lereng Lawu hingga Borobudur

Tren perjalanan yang lebih mindful dan bertanggung jawab kian diminati wisatawan. Pelancong tidak hanya mencari tempat menginap yang nyaman, tetapi juga pengalaman yang dekat dengan alam, budaya lokal, serta praktik keberlanjutan yang diterapkan akomodasi.

Merespons perubahan tersebut, tiket.com melalui fitur tiket Green memperkuat dukungan terhadap pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Dalam inisiatif ini, tiket Green merangkum sejumlah rekomendasi destinasi wellness dan eco-hospitality di Jawa Tengah yang mengusung pendekatan keberlanjutan dengan karakter berbeda.

Berikut empat destinasi yang disorot, mulai dari kawasan aromatik di lereng Gunung Lawu hingga luxury eco-resort bernuansa budaya Jawa.

1. Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu
Berlokasi di Desa Plumbon, Rumah Atsiri Indonesia menawarkan pengalaman aromatic wellness di lereng Gunung Lawu. Destinasi ini merupakan revitalisasi pabrik penyulingan Citronella yang dibangun sejak 1963, lalu berkembang menjadi kawasan terpadu yang memadukan edukasi, wellness, sejarah, dan hospitality.

Salah satu daya tariknya adalah Atsiri Glamping yang menghadirkan suasana menginap tenang di tengah alam. Properti ini menerapkan praktik ramah lingkungan, antara lain pengaturan penggunaan air panas, penghematan listrik pada kamar kosong, serta pengurangan plastik sekali pakai. Sejumlah amenities juga disesuaikan dengan pendekatan tersebut, seperti sikat gigi bambu dan sedotan berbahan beras.

Selain menikmati udara pegunungan, tamu dapat mengikuti aktivitas seperti workshop, trekking, hingga mengunjungi Museum Atsiri.

2. Puri Asri Hotel & Resort Magelang
Puri Asri Hotel & Resort Magelang menawarkan pengalaman short escape dengan suasana hijau yang tenang di tepi Sungai Progo. Resort yang berdiri sejak 1988 ini menjalankan program keberlanjutan, termasuk pengelolaan sampah tanpa pembakaran serta pengolahan limbah organik menjadi pupuk untuk area properti.

Komitmen lain terlihat dari penggunaan lampu LED, pemanfaatan ulang air, dan pengembangan ruang terbuka hijau untuk membantu mengurangi konsumsi energi. Resort ini juga menerapkan konsep live cooking untuk meminimalkan food waste dan menggunakan kendaraan operasional listrik.

3. ARTOTEL Leguna Magelang
ARTOTEL Leguna Magelang mengusung nuansa seni dengan pendekatan arsitektur modern tropis rancangan Andra Matin. Desain bangunannya dibuat untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara, sehingga penggunaan lampu dan AC dapat diminimalkan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari konsep sustainable hospitality yang diterapkan Artotel Group. Selain menghadirkan pengalaman menginap modern dan artistik, hotel ini juga menawarkan koneksi yang lebih dekat dengan lanskap alam dan budaya Magelang melalui desain ruang terbuka yang nyaman.

Di saat yang sama, kehadirannya diharapkan turut memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kawasan tersebut.

4. Plataran Borobudur Resort & Spa
Plataran Borobudur Resort & Spa menjadi pilihan bagi wisatawan yang mencari pengalaman luxury eco-resort dengan nuansa budaya Jawa yang kuat. Berlokasi sekitar lima menit dari Candi Borobudur, resort ini menawarkan panorama Gunung Merapi, Pegunungan Menoreh, hingga hamparan hutan jati.

Mengusung filosofi True Indonesian Icon, Plataran Borobudur menekankan pelestarian budaya dan hubungan harmonis dengan alam melalui aktivitas berbasis budaya lokal serta eksplorasi alam. Resort ini juga melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas hospitality dan penyediaan pengalaman wisata, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh komunitas lokal.

Dengan suasana yang tenang dan sentuhan budaya yang kuat, destinasi ini diposisikan sebagai pilihan bagi wisatawan yang ingin menjalani perjalanan lebih mindful dan personal.

Melalui rekomendasi tersebut, tiket Green menyoroti pilihan perjalanan yang tidak hanya berorientasi pada kenyamanan, tetapi juga selaras dengan keberlanjutan, budaya lokal, serta kebutuhan wisatawan modern yang mencari makna dalam setiap perjalanan.