BERITA TERKINI
Fadli Zon Bertemu Ahmad Dhani dan Soroti Penguatan Ekosistem Musik pada Hari Musik Nasional 2026

Fadli Zon Bertemu Ahmad Dhani dan Soroti Penguatan Ekosistem Musik pada Hari Musik Nasional 2026

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon terekam berjumpa dengan musisi Ahmad Dhani dalam sebuah video di akun TikTok pribadinya. Pertemuan itu berlangsung di ruang kerja Fadli yang dilengkapi sebuah piano.

Dalam video tersebut, Fadli membiarkan Ahmad Dhani mencoba memainkan beberapa nada. Ia juga meminta Ahmad Dhani menyetem piano yang ada di ruang kerjanya.

Secara terpisah, Fadli menghadiri peringatan Hari Musik Nasional 2026 yang diselenggarakan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) di Gedung Negara Provinsi Banten. Peringatan Hari Musik Nasional diperingati setiap 9 Maret dan tahun ini mengusung tema “Nada Nusantara, Resonansi Dunia”. Tema tersebut menekankan akar kekayaan musik Indonesia dari keberagaman budaya Nusantara, sekaligus mendorong agar karya musisi Tanah Air semakin dikenal di panggung global.

Dalam sambutannya, Fadli menyampaikan bahwa musik Indonesia memiliki kekayaan yang besar, mulai dari tradisional hingga kontemporer yang terus berkembang seiring penguatan ekosistem industri musik nasional. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah di berbagai tingkatan untuk memperkuat posisi musik Indonesia di dalam negeri maupun di kancah internasional.

Fadli juga menyinggung besarnya keragaman budaya Indonesia, termasuk di bidang musik. Ia menyebut Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa serta ratusan alat musik tradisional. “Musik Indonesia, mulai dari tradisi hingga kontemporer, memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kita berharap ekosistemnya semakin baik melalui kolaborasi antara musisi, seniman, budayawan, dan pemerintah di berbagai tingkat,” ujarnya.

Menurut Fadli, musik dapat menjadi salah satu kekuatan budaya Indonesia dalam diplomasi internasional. Ia menilai sejumlah musisi Indonesia telah memperkenalkan karya mereka di panggung dunia dan membuka peluang munculnya gelombang musik Indonesia di tingkat global.

“Kita berharap musik Indonesia dapat menjadi salah satu frontliner kebudayaan di dunia internasional. Seperti negara lain yang menggunakan musik sebagai soft power, kita juga berharap muncul ‘Indonesian wave’ atau gelombang Indonesia dari musik kita,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya, terus memberi perhatian pada pelestarian dan pengembangan musik tradisional, salah satunya melalui program Manajemen Talenta Nasional. Musik tradisi dinilai sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya, terutama bagi generasi muda.

Dalam acara yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan sambutan melalui tayangan video. Ia menilai Hari Musik Nasional menjadi momentum untuk memperkuat identitas musik Indonesia sekaligus memperluas pengaruhnya di panggung global. “Musik Indonesia memiliki kekayaan budaya, kreativitas, dan energi generasi muda yang luar biasa untuk menjadi kekuatan ekonomi kreatif sekaligus soft power di dunia,” ujarnya.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga memberikan sambutan melalui video. Ia menyampaikan bahwa musik bukan hanya ekspresi budaya dan kreativitas, tetapi juga bagian penting dari ekonomi kreatif nasional yang berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen mendorong ekosistem industri kreatif yang profesional dan inklusif, serta memastikan pekerja musik memperoleh perlindungan ketenagakerjaan dan jaminan sosial yang layak. “Musik bukan hanya ekspresi budaya dan kreativitas, tetapi juga bagian penting dari ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Yassierli.

Gubernur Banten Andra Soni menyatakan peringatan Hari Musik Nasional merupakan bentuk apresiasi terhadap musisi, sekaligus upaya melestarikan budaya dan memperkuat peran musik sebagai pemersatu bangsa. Ia menjelaskan, tanggal 9 Maret dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. “Melalui musik, syair, dan doa yang kita lantunkan bersama, seni dapat menjadi bahasa kemanusiaan yang menyatukan hati sekaligus menjadi kekuatan budaya dan ekonomi,” ujarnya.

Ketua Umum PAPPRI Tony Wenas mengatakan gagasan Hari Musik Nasional pertama kali diinisiasi PAPPRI sejak 1997 dan kemudian ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013. Ia menilai peringatan tersebut menjadi momentum untuk merawat identitas budaya sekaligus memperkuat ekosistem industri musik nasional. “Melalui Nada Nusantara, kita berharap dapat mengirimkan resonansi Indonesia ke seluruh dunia,” kata Tony.

Rangkaian kegiatan peringatan turut dimeriahkan penampilan seni, budaya, dan musik, termasuk dari grup musik SNADA serta penyanyi Ita Purnamasari. Acara ditutup dengan tausyiah dan doa bersama yang diiringi lantunan shalawat Terebeng Gede, salah satu kesenian tradisional Banten.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, antara lain Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra; Direktur Film, Musik, dan Seni Syaifullah; Direktur Utama Bank Banten Muhamad Busthami; serta Sekretaris Jenderal PAPPRI Dwiki Dharmawan.

Melalui peringatan Hari Musik Nasional, Kementerian Kebudayaan menyatakan komitmennya untuk memperkuat ekosistem musik nasional, baik dari sisi pelestarian musik tradisional maupun pengembangan musik kontemporer, agar musik Indonesia semakin dikenal luas di tingkat internasional.