BERITA TERKINI
Fadli Zon Sebut Sastra Rusia Termasuk Tradisi Sastra Terbaik Dunia saat Peresmian Patung Tolstoy di UI

Fadli Zon Sebut Sastra Rusia Termasuk Tradisi Sastra Terbaik Dunia saat Peresmian Patung Tolstoy di UI

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyatakan sastra Rusia merupakan salah satu tradisi sastra terbaik di dunia. Pernyataan itu disampaikan saat ia membuka peresmian Monumen Patung Lev Tolstoy di Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu, 3 Desember 2025.

Peresmian monumen tersebut digelar dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Rusia, sekaligus menandai ulang tahun ke-86 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI.

Dalam sambutannya, Fadli menilai abad ke-19 sebagai puncak keemasan sastra Rusia. Menurut dia, periode itu tidak hanya membentuk fondasi kesusastraan Rusia, tetapi juga menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah sastra dunia.

Ia menyebut sejumlah nama besar yang lahir pada era tersebut, antara lain Lev Tolstoy, Fyodor Dostoevsky, Mikhail Lermontov, Alexander Pushkin, dan Nikolai Gogol. “Pada abad ke-19, Rusia punya sastrawan besar seperti Tolstoy, Dostoevsky, Lermontov, Pushkin, dan Gogol. Itu masa golden age, puncak keemasan sastra Rusia, bahkan sastra dunia,” ujarnya.

Fadli juga menyampaikan pandangannya secara terbuka bahwa karya-karya sastra Rusia menempati posisi istimewa dalam kesusastraan global. “Karya-karya sastra Rusia termasuk yang terbaik dari sastra dunia. Bahkan saya sering menyampaikan di publik, meskipun bisa saja ada yang berbeda pendapat, salah satu sastra terbaik di dunia adalah sastra Rusia, di samping sastra Indonesia,” kata Fadli.

Ia menekankan monumen patung Tolstoy yang diresmikan di UI tidak hanya dipandang sebagai karya seni, tetapi juga sebagai simbol diplomasi budaya yang memperkuat hubungan antarmasyarakat (people-to-people) Indonesia–Rusia.

Patung perunggu tersebut merupakan karya pematung Alexei Leonov dan dihadiahkan kepada UI oleh Dialogue of Cultures – United World bekerja sama dengan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.

Fadli menyatakan harapannya agar kerja sama budaya kedua negara terus berkembang. Ia menyebut Indonesia menyiapkan rencana untuk menghadiahkan patung Chairil Anwar kepada universitas di Rusia, seperti Moscow State University atau St. Petersburg State University.

Selain itu, ia berharap kolaborasi dapat meluas ke bidang budaya populer, termasuk film, musik, museum, dan pelestarian cagar budaya. “Kami berharap kolaborasi ini berlanjut, termasuk di bidang budaya populer seperti film, musik, museum, dan pelestarian cagar budaya,” ujarnya.

Rangkaian acara peresmian monumen Tolstoy ditutup dengan agenda kebudayaan yang melibatkan akademisi, mahasiswa, serta perwakilan lembaga kebudayaan Indonesia dan Rusia.