Festival Film Göteborg di Swedia, yang disebut sebagai ajang film dan televisi terbesar di kawasan Nordik, memperkenalkan eksperimen tes pendeteksi kebohongan dalam rangkaian programnya. Inisiatif ini menyoroti tema utama yang diangkat festival tersebut pada 2026, yakni soal kebenaran.
Direktur Artistik Festival Film Göteborg, Pia Lundberg, mengatakan kebenaran kini menjadi sesuatu yang “anehnya dapat dinegosiasikan”. Menurut dia, dengan menjadikan kebenaran sebagai “mata uang”, nilai kebenaran dapat dibuat lebih nyata—sesuatu yang dinilainya jarang ditekankan. “Kami ingin menciptakan sebuah eksperimen di mana berbohong memiliki konsekuensi,” kata Lundberg.
Festival Film Göteborg edisi ke-49 dijadwalkan berlangsung pada 23 Januari hingga 1 Februari. Lundberg menilai program tersebut relevan di tengah situasi ketika narasi pribadi kerap menutupi kebenaran faktual.
Dalam eksperimen itu, festival menyiapkan ruang interogasi khusus. Anggota masyarakat akan menjalani pemeriksaan poligraf yang dilakukan oleh seorang spesialis, Ørjan Hesjedal.
Tes pendeteksi kebohongan ini akan diluncurkan dengan pertanyaan yang diajukan festival: “Seberapa berharga kebenaran saat ini?” Peserta yang mengatakan yang sebenarnya dan terbukti melalui pemeriksaan akan menerima “Tiket Kebenaran”, yang memberikan akses untuk menonton pemutaran film festival.
Selain eksperimen tersebut, Festival Göteborg juga menyiapkan rangkaian pemutaran film dalam fokus bertema kebenaran. Beberapa judul yang disebutkan antara lain docudrama nominasi Oscar karya Kaouther Ben Hania, “The Voice of Hind Rajab”; satir politik “No Comment” karya Petter Næss dari Norwegia; film “The Disappearance of Josef Mengele” karya Kirill Serebrennikov yang tayang perdana di Cannes; serta “Re-Creation” karya Jim Sheridan dan David Merriman.

