BERITA TERKINI
Festival Musik Bangun Sahur di Pontianak Kembali Digelar, 11 Kelompok Tampil di Tahun Kelima

Festival Musik Bangun Sahur di Pontianak Kembali Digelar, 11 Kelompok Tampil di Tahun Kelima

PONTIANAK — Suasana Ramadan di Kota Pontianak kembali semarak, bukan hanya di pusat-pusat keramaian seperti pasar juadah atau sudut kota yang dihiasi lampu, tetapi juga menjelang waktu sahur. Dentuman beduk, tabuhan alat musik tradisional, dan lantunan salawat menggema di malam hari, membangunkan warga untuk bersiap santap sahur.

Rangkaian bunyi dan pertunjukan itu merupakan bagian dari Festival Musik Bangun Sahur yang digelar di Masjid Jami’ Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak. Memasuki tahun kelima pelaksanaan, kegiatan ini disebut tidak sekadar tradisi membangunkan sahur, melainkan menjadi ruang kreativitas yang memadukan bunyi, gerak, dan semangat kebersamaan dalam suasana Ramadan.

Pada tahun ini, sebanyak 11 kelompok tampil. Para peserta dijadwalkan tampil setiap Minggu di atas panggung, kemudian dilanjutkan dengan pawai mengelilingi wilayah Kampung Dalam Bugis hingga kawasan Tanjung Raya.

Ketua panitia, Agus Sugianto, menyampaikan bahwa festival tahun kelima ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Pontianak. Dukungan juga datang dari Bank Kalbar dan BPR Khatulistiwa. Menurutnya, antusias masyarakat turut meningkat, termasuk dari sisi jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.

Panitia memperkirakan lebih dari 2.000 warga memadati lokasi festival pada malam pembukaan yang digelar pada 22 Februari. Selain perlombaan, panitia juga menyiapkan doorprize untuk penonton selama empat malam pelaksanaan. Pada malam pertama, 10 doorprize telah dibagikan dan pembagian akan berlanjut hingga malam puncak pada Minggu keempat Ramadan.

Untuk hadiah lomba, panitia menyiapkan total anggaran lebih dari Rp30 juta. Hadiah diberikan bagi juara 1, 2, 3, harapan 1, 2, 3, serta apresiasi untuk seluruh peserta yang berpartisipasi.