JEMBER — Universitas Jember (UNEJ) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian (UKMK) kembali menggelar Festival Musik Patrol pada Sabtu malam (7/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya lokal, sekaligus mempertahankan tradisi yang telah berjalan konsisten selama 26 tahun.
Festival Musik Patrol UNEJ disebut telah dilaksanakan sejak 2001 sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Tahun ini, festival diikuti sembilan tim, terdiri dari delapan tim perwakilan masyarakat dan satu tim mahasiswa UNEJ yang berasal dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Rute penampilan dimulai dari Double Way UNEJ hingga Jalan RA Kartini, tepatnya di kawasan Dinas Ketenagakerjaan. Irama musik patrol khas Jember terdengar sepanjang rute yang dilalui para peserta.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Jember. Wakil Bupati Jember, Dr. H. Djoko Susanto, S.H., M.H., hadir dan menyampaikan apresiasi, sekaligus memberikan bantuan subsidi sebesar Rp25 juta untuk mendukung keberlangsungan kegiatan.
Ketua UKMK Universitas Jember, Dio Andana, menilai sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah penting untuk menjaga eksistensi musik patrol. Ia berharap kolaborasi dengan Pemkab Jember dapat diperkuat, terutama dalam aspek publikasi dan pembinaan berkelanjutan.
Menurut Dio, pemerintah daerah dapat berperan melalui dukungan fasilitas, promosi, serta pembinaan yang berkelanjutan. Ia menyebut penyebaran informasi dapat diperluas lewat media resmi maupun ruang publik seperti videotron dan baliho di titik strategis kota.
Dio juga menegaskan musik patrol tidak hanya menjadi hiburan, tetapi bagian dari identitas Jember yang perlu terus dijaga. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi sebagai penghubung antara tradisi dan modernitas, termasuk menghadirkan inovasi melalui pendidikan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai tradisional musik patrol.

