BERITA TERKINI
FLS3N 2025 di IKJ Diikuti 855 Peserta dari Seluruh Indonesia, Tampilkan 15 Cabang Seni

FLS3N 2025 di IKJ Diikuti 855 Peserta dari Seluruh Indonesia, Tampilkan 15 Cabang Seni

Jakarta—Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025 yang digelar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada 17–23 November 2025 disambut antusias oleh ratusan peserta dari berbagai daerah serta civitas akademika IKJ sebagai tuan rumah.

Rektor IKJ Syamsul Maarif mengatakan, penyelenggaraan FLS3N di kampus IKJ menjadi langkah nyata komitmen institusi dalam mendukung perkembangan seni nasional. “Saya kira ini kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh IKJ yaitu festival seni dan sastra siswa nasional, dan kami senang sekali menjadi tuan rumah. Itu menjadi komitmen dari IKJ,” ujar Syamsul, Kamis (20/11/2025).

Menurut Syamsul, FLS3N 2025 diikuti 855 peserta yang berkompetisi dalam 15 cabang seni. Ia menilai ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga ruang penghubung bagi generasi muda untuk menapaki jalur pendidikan dan karier seni secara lebih serius.

Syamsul menambahkan, IKJ juga membuka peluang lanjutan bagi para pemenang melalui program beasiswa agar dapat melanjutkan pendidikan di IKJ sebagai bagian dari regenerasi seniman muda. “Pemenang dari sini ini akan kami minta supaya dapat beasiswa supaya ke IKJ karena mereka kan diseleksi di daerah itu sangat ketat. Jadi kalau mereka sampai jadi juara itu berarti memang udah pilihan untuk menjadi talenta-talenta muda untuk seniman muda nantinya,” katanya.

Syamsul menilai, pelaksanaan FLS3N di IKJ memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan rangkaian perayaan 500 tahun Jakarta menuju kota global. Ia juga menyebut keterlibatan IKJ sebagai tuan rumah berkaitan dengan posisi institusi yang merupakan bagian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “IKJ ini bagian dari Pemprov DKI, sehingga festival ini memang punya kaitan dengan DKI, dan ini yang paling meriah selama pelaksanaan FLS3N,” tuturnya.

Ia menegaskan, penunjukan IKJ sebagai tuan rumah melalui proses seleksi dan kompetisi antarp perguruan tinggi seni. “IKJ baru pertama dan untuk menjadi tuan rumah bukan sesuatu yang langsung ditunjuk tapi ada kompetisi juga diantara perguruan tinggi seni,” ucapnya.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, civitas akademika kampus terlibat aktif, mulai dari dosen, mahasiswa, alumni, hingga masyarakat sekitar. Syamsul menyebut keterlibatan berbagai unsur tersebut membentuk ekosistem yang menguatkan peran IKJ sebagai tuan rumah. “Semua insan yang berdekatan dengan IKJ itu terlibat, dan menjadi satu kesatuan, menjadi ekosistem,” paparnya.

FLS3N 2025 menghadirkan kategori yang beragam, mencakup seni musik, tari tradisional, teater, film pendek, penulisan naskah, hingga solo vokal putra dan putri. Syamsul menyebut peserta hadir dari berbagai penjuru Indonesia dengan identitas seni yang mereka bawa. “Para peserta berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia dengan identitas seni yang mereka banggakan. Pokoknya seluruh Indonesia datang semua,” kata Syamsul.

Ia menekankan, para peserta yang tampil telah melalui seleksi ketat di daerah masing-masing, sehingga kehadiran mereka di tingkat nasional menjadi pintu awal untuk melangkah ke dunia seni yang lebih profesional. “Kalau mereka sampai jadi juara itu berarti mereka pilihan untuk menjadi talenta muda nantinya,” ujarnya.

Dari sisi peserta, FLS3N dipandang sebagai ruang untuk menampilkan ciri khas daerah sekaligus berbagi cerita melalui karya. Peserta lomba kreativitas musik asal Yogyakarta, Bita dan Bella, mengatakan mereka bangga bisa bertemu dan berkompetisi dengan peserta dari seluruh Indonesia. “Kami sangat bangga karena bisa bertemu dengan teman-teman dari seluruh Indonesia sama-sama berkompetisi untuk memperkenalkan ciri khas daerahnya masing masing melalui seni,” kata mereka.

Sementara itu, Evelyn, peserta lomba solo vokal putri asal Jakarta, menilai FLS3N bukan hanya ajang menunjukkan bakat, tetapi juga medium menyuarakan pengalaman dan kisah hidup melalui karya yang dibawakan. “FLS3N ini bukan cuman jadi ajang untuk kita menunjukkan bakat kita, tapi juga untuk menyuarakan suara kita, untuk bercerita tentang kisah-kisah yang udah kita lewatin,” ujarnya.

Evelyn juga berharap FLS3N terus berlanjut dan menjadi ruang yang semakin menghargai seni bagi generasi berikutnya. “Semoga FLS3N terus berlanjut sampai nanti aku sudah tua, dan generasi selanjutnya bisa menganggap seni bukan hal yang dipandang sebelah mata,” tuturnya.

Dengan partisipasi luas dan ragam cabang yang dipertandingkan, FLS3N 2025 di IKJ menjadi wadah pertemuan kreativitas siswa dari berbagai daerah, sekaligus ruang pembinaan talenta yang diharapkan dapat memperkaya identitas budaya Indonesia.