Pasuruan—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025 bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kegiatan seleksi tingkat daerah ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari ke depan dengan menghadirkan tujuh ragam lomba.
Kasi Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Windah Silvi Hidayati, menjelaskan FLS3N merupakan program dari Kementerian Pendidikan yang disalurkan melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Setiap daerah kemudian melaksanakan seleksi, baik secara daring maupun luring.
Menurut Windah, Kota Pasuruan memilih pelaksanaan luring untuk menghindari kendala teknis yang berpotensi muncul jika dilakukan secara daring. “Kalau kita mengadakan secara daring, mungkin terjadi di peralatan seperti handphone kurang mewadahi. Jadi kita fasilitasi secara luring ditambah pesertanya meningkat dari tahun kemarin,” kata Windah, Kamis (19/6/25).
Ia menambahkan, FLS3N mengusung asas pemerataan sehingga setiap sekolah dibatasi hanya dapat mengirim satu atau dua peserta untuk mengikuti perlombaan. Adapun tujuh cabang yang dipertandingkan meliputi menyanyi, pantomim, seni tari, mendongeng, kriya, gambar ekspresi, dan menulis cerita.
Pada hari pertama, panitia memfokuskan pelaksanaan pada lomba menyanyi. Windah menyebut jumlah peserta pada cabang ini mencapai 36 siswa dari SD maupun MI se-Kota Pasuruan.
Terkait pelaksanaan tahun ini, Windah menilai tidak ada perbedaan yang sangat jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia mencatat adanya peningkatan jumlah peserta karena turut melibatkan Madrasah Ibtidaiyah. Ia juga menyebut kondisi anggaran tahun ini terdampak efisiensi, sehingga penyelenggaraan dicukupkan pada tujuh lomba. “Di tahun kemarin anggaran belum terkena dampak efisiensi, jadi bisa menambah cakupan peralatan. Namun, sekarang terkena jadi kita cukupkan di tujuh lomba,” ujarnya.
Windah menyampaikan adanya perkembangan fasilitas yang didukung Pemerintah Kota Pasuruan maupun masyarakat. Ia berharap ke depan semakin banyak sekolah dapat mengikutsertakan peserta didiknya untuk menampilkan bakat dan berani tampil di depan umum.

