YOGYAKARTA — Produser dan pencipta lagu anak asal Yogyakarta, Gavriel Sangkakala Suherman, mencatat capaian penting di industri musik nasional. Hingga awal 2026, karya-karyanya disebut telah meraih sekitar 25 juta tayangan di berbagai platform digital, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu produser muda yang konsisten mengembangkan musik anak Indonesia.
Gavriel lahir pada 16 Desember 2001. Ia merupakan lulusan cumlaude Program Studi Penciptaan Musik, Mayor Piano Pop Jazz, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada 2024 dengan IPK 3,81. Skripsinya berjudul “Arti Kehidupan” menampilkan komposisi lagu anak dengan pendekatan eksploratif pada aspek intramusikal ritme dalam format ansambel campuran, yang menggambarkan keterpaduan antara dasar akademik dan kreativitas musikal.
Sejak masa sekolah, prestasinya telah terlihat. Pada 2018, ia meraih Juara 1 Essex Indonesia Piano Competition serta Juara 1 Lomba Musikalisasi Puisi tingkat SMA dalam ajang Temu Kolese se-Indonesia. Berbekal pengalaman tersebut, Gavriel juga aktif mengajar piano dan hingga kini telah membimbing sekitar 50 murid dari berbagai daerah, dengan rentang usia 3 hingga 72 tahun.
Di bidang produksi, Gavriel tercatat telah mengaransemen ratusan lagu anak Indonesia. Salah satu karya yang paling dikenal, “Samantha Papa Mama” bersama Evelyn Samantha, meraih sekitar 12 juta tayangan di YouTube dan menjadi salah satu lagu anak dengan capaian digital menonjol dalam beberapa tahun terakhir.
Gavriel juga terlibat sebagai produser dan arranger untuk delapan lagu dalam album Kesukaanku milik Miel Caerol. Proyek tersebut disebut berkontribusi pada penghargaan yang diterima Miel dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pencipta Lagu Anak Termuda Indonesia 2025. Dalam konferensi pers dan konser perayaan rekor itu, Gavriel dipercaya sebagai Music Director yang memainkan aransemen album secara langsung di atas panggung.
Sejumlah karyanya turut menjangkau forum internasional. Musik Gavriel digunakan dalam perhelatan BATIK DAY IISMA 2023 di Vytautas Magnus University, Lithuania. Keterlibatan ini memperluas jangkauan karya sekaligus memperkenalkan warna musik anak Indonesia di lingkungan akademik internasional.
Selain fokus pada lagu anak, Gavriel juga aktif sebagai performer piano jazz. Ia tampil di sejumlah festival, termasuk Ngayogjazz 2023 dan 2025. Pada 2026, ia tampil dalam Gospel International Festival (GIFEST 2026), mengiringi Hillsong Australia dan Andy Ambarita serta berbagi panggung dengan Ron Kenoly dan Israel Houghton.
Gavriel menyebut sebuah prinsip menjadi fondasi dalam proses kreatifnya. “Kalau memang itu berkatku, ujungnya kembali jadi berkatku,” katanya saat ditemui di rumahnya, Senin, 23 Februari 2026.
Ke depan, ia menargetkan penguatan posisi sebagai produser dan pencipta lagu anak di tingkat nasional. Gavriel menyatakan komitmen untuk membangun production house lagu anak dan rohani, serta membidik penghargaan musik nasional dan internasional sebagai visi jangka panjang. “Saya ingin setiap karya menjadi milestone dan warisan yang berdampak, bukan hanya populer sesaat,” ucapnya.

