BERITA TERKINI
GP Ansor Kota Probolinggo Gelar Festival Musik Patrol se-Probolinggo Raya untuk Lestarikan Tradisi Ramadhan

GP Ansor Kota Probolinggo Gelar Festival Musik Patrol se-Probolinggo Raya untuk Lestarikan Tradisi Ramadhan

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo menggelar Festival Musik Patrol se-Probolinggo Raya pada bulan suci Ramadhan 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk memeriahkan Ramadhan sekaligus menjaga keberlangsungan budaya musik tradisional yang selama ini lekat dengan aktivitas pemuda di Probolinggo.

Festival tersebut digelar di halaman Caffe Asyiq, Jalan Mastrip, Kedopok, Kota Probolinggo. Belasan kelompok patrol turut ambil bagian dan menampilkan kebolehan masing-masing dalam memainkan musik tradisional.

Panitia menetapkan sejumlah ketentuan bagi peserta. Salah satunya, kelompok yang tampil wajib menggunakan alat musik tradisional, seperti angklung, gendang, dan sejenisnya. Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda, mengatakan aturan itu dibuat untuk memastikan festival tetap berfokus pada pelestarian tradisi.

Menurut Salamul Huda, festival ini merupakan wujud kepedulian Ansor dalam merawat budaya patrol yang dinilai mulai memudar. Ia menekankan bahwa tradisi tersebut dahulu kerap dijumpai saat Ramadhan, dengan penggunaan alat musik sederhana untuk memeriahkan suasana tanpa merugikan masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar melalui swadaya GP Ansor Kota Probolinggo tanpa bantuan pemerintah. Meski demikian, acara tetap berlangsung meriah dan dinilai mampu menghadirkan kembali budaya yang mulai terkikis oleh perkembangan zaman.

Dalam pelaksanaannya, panitia menegaskan larangan penggunaan alat musik elektronik dan kendaraan bermotor. Salamul Huda menyebut ketentuan itu sebagai upaya menjaga kenyamanan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan secara mandiri.

Lebih lanjut, ia menilai festival ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana membangkitkan kembali tradisi patrol agar dapat diteruskan oleh generasi muda. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah aktivitas positif bagi pemuda, di tengah kekhawatiran terhadap pergaulan negatif seperti geng motor.