BERITA TERKINI
Hannah Murray Cerita Pernah Alami Episode Psikotik Usai Bergabung dengan Kelompok Wellness

Hannah Murray Cerita Pernah Alami Episode Psikotik Usai Bergabung dengan Kelompok Wellness

Aktris Inggris Hannah Murray, yang dikenal lewat perannya sebagai Gilly dalam serial Game of Thrones, mengungkap pernah mengalami gangguan psikotik setelah bergabung dengan sebuah kelompok wellness pada 2017. Pengalaman tersebut ia tuangkan dalam memoar berjudul The Make-Believe: A Memoir of Magic and Madness yang dijadwalkan terbit pada Juni 2026.

Dalam buku itu, Murray menceritakan bagaimana ia semula merasa kecil kemungkinan mengalami gangguan kejiwaan. Ia menilai latar belakang pendidikan dan kehidupannya yang stabil seharusnya membuatnya “aman” dari situasi semacam itu. Namun, ia mengatakan kenyataannya berbeda dan membuatnya menyadari bahwa siapa pun dapat mengalami hal serupa.

Murray juga menekankan pentingnya memahami alasan seseorang bisa terlibat dalam kelompok atau praktik tertentu, alih-alih langsung menghakimi. Menurutnya, ia sempat menganggap dirinya selalu membuat pilihan yang baik, tetapi kemudian menyadari ada keputusan yang justru membawanya pada kondisi yang memburuk.

Ia mengaku pertama kali mengenal kelompok wellness tersebut melalui seorang “penyembuh energi” yang dikenalkan oleh pelatih pribadinya saat ia tengah menjalani syuting film Detroit. Selama berada di lingkungan itu, Murray merasakan suasana emosional dan psikologis yang intens. Ia bahkan menggambarkan adanya energi erotis di dalam ruangan meski tidak terjadi kontak fisik.

Murray menyebut atmosfer tersebut kerap muncul dalam organisasi spiritual yang bersifat hierarkis. Ia juga menyoroti dinamika saat seorang pria yang ia sebut percaya diri dan karismatik hadir di lingkungan yang menurutnya didominasi perempuan, termasuk para guru dan penyembuh. Murray mengingat momen ketika pria itu melontarkan lelucon tentang seks, yang menurutnya mengubah suasana ruangan secara drastis.

Dalam kesaksiannya, Murray mengatakan sempat menghabiskan ribuan dolar untuk memperoleh kebijaksanaan dan berbagai keistimewaan dari kelompok tersebut. Namun, situasinya disebut terus memburuk hingga ia mengalami episode psikotik dan harus menjalani perawatan di unit psikiatri.

Setelah peristiwa itu, Murray didiagnosis mengalami gangguan bipolar. Ia menyatakan memilih menjauhi hal-hal yang berkaitan dengan industri kesehatan dan kebugaran tertentu.

Ia juga mengaku kini lebih memahami mengapa praktik wellness dapat terasa sangat menggoda, terutama bagi orang-orang yang sedang rapuh dan mencari solusi instan. Menurutnya, berbagai bentuk saran atau “obat” semacam itu sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan kerap dianggap sebagai solusi yang positif.

Murray menambahkan bahwa memang ada versi praktik yang tidak berbahaya atau bahkan bermanfaat. Namun, bagi seseorang yang sedang mencari “tongkat ajaib” atau solusi mujarab untuk memperbaiki diri sepenuhnya, janji-janji tersebut bisa terasa menggoda dan memicu ketergantungan.