BERITA TERKINI
Hantavirus Disorot Usai Laporan Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius, Ini Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Hantavirus Disorot Usai Laporan Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius, Ini Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Dunia kesehatan kembali menyoroti hantavirus setelah muncul laporan kasus virus langka di kapal pesiar MV Hondius yang disebut menyebabkan beberapa korban meninggal dunia. Perhatian publik meningkat karena gejala awal infeksi ini kerap menyerupai penyakit umum, sehingga berisiko terlambat dikenali.

Menurut laporan yang dikutip CNN, kasus pertama diduga dialami seorang pria asal Belanda berusia 70 tahun. Pria tersebut dilaporkan tiba-tiba mengalami demam, sakit kepala, nyeri perut, dan diare saat berada di kapal. Kondisinya disebut memburuk dengan cepat hingga meninggal dunia pada 11 April.

Laporan lain yang dikutip dari AFP menyebutkan dua pria berusia 65 dan 67 tahun di Singapura sempat diisolasi. Keduanya dilaporkan berada di kapal pesiar MV Hondius dan juga dalam satu penerbangan dengan kasus hantavirus terkonfirmasi dari St Helena menuju Johannesburg.

Di tengah kekhawatiran yang muncul, pemahaman dasar mengenai penyebab, gejala, dan langkah penanganan hantavirus menjadi penting, terutama karena infeksi ini dapat berkembang cepat pada sebagian kasus.

Penyebab dan cara penularan

Merujuk informasi Mayo Clinic, hantavirus adalah penyakit langka yang ditemukan di wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan. Virus ini dibawa oleh beberapa jenis hewan pengerat dan umumnya menyebar melalui lingkungan yang terkontaminasi.

Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup partikel virus dari urine, kotoran, atau sarang tikus yang terinfeksi, terutama saat membersihkan gudang atau ruangan tertutup yang lama tidak digunakan. Risiko juga dapat muncul saat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi air liur, urine, atau kotoran tikus pembawa virus.

Selain itu, seseorang dapat terpapar jika menyentuh benda yang terkena virus lalu memegang area mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Penularan juga bisa terjadi melalui gigitan atau cakaran tikus yang terinfeksi.

Beberapa jenis tikus yang disebut dapat membawa virus ini antara lain tikus rusa, tikus padi, tikus kapas, tikus kaki putih, dan tikus vesper.

Meski demikian, penularan antarmanusia disebut sangat jarang. Catatan penularan langsung antarmanusia hanya pernah dilaporkan pada jenis Andes virus yang ditemukan di Amerika Selatan.

Gejala yang perlu diwaspadai

Hantavirus dinilai berbahaya karena gejalanya sering tampak ringan pada tahap awal dan kerap disangka flu atau kelelahan. Mayo Clinic menyebut gejala biasanya mulai muncul sekitar dua hingga tiga minggu setelah seseorang terinfeksi.

Gejala yang umum antara lain demam dan menggigil yang muncul tiba-tiba, nyeri otot, serta sakit kepala berkepanjangan. Keluhan lain dapat berupa mual, sakit perut, muntah, hingga diare.

Ketika kondisi memburuk, penderita dapat mengalami batuk dan sesak napas. Pada tahap serius, dapat terjadi tekanan darah rendah dan detak jantung tidak teratur.

Jika penyakit berkembang, hantavirus dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru dan memicu penumpukan cairan. Kondisi ini dapat membuat penderita kesulitan bernapas dan memerlukan penanganan medis segera.

Penanganan dan perawatan

Menurut US CDC (Centers for Disease Control and Prevention), hingga kini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan infeksi hantavirus. Karena itu, penanganan difokuskan pada perawatan pendukung untuk menjaga kondisi pasien tetap stabil.

Perawatan pendukung dapat mencakup istirahat, pemberian cairan, serta penanganan untuk membantu mengurangi gejala. Semakin cepat pasien mendapatkan bantuan medis, peluang pemulihan disebut dapat lebih baik.

Pada kasus hantavirus pulmonary syndrome (HPS), pasien bisa mengalami gangguan pernapasan serius sehingga membutuhkan oksigen tambahan. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat melakukan intubasi, yaitu pemasangan selang ke paru-paru melalui mulut untuk membantu pemberian oksigen secara lebih maksimal ketika paru-paru kesulitan bekerja normal.

Selain menyerang paru-paru, beberapa jenis hantavirus juga dapat mengganggu fungsi ginjal. Bila kondisi ginjal memburuk, pasien mungkin memerlukan dialisis untuk membantu menyaring racun dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Karena penanganan tidak dapat dilakukan secara mandiri, pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan terutama bila gejala muncul setelah berada di lingkungan yang banyak tikus atau area yang jarang dibersihkan, atau ketika keluhan memburuk dengan cepat.