BERITA TERKINI
Instalasi Erik DM Angkat Ritus Akkalomba dalam Pameran “Sangkut Paut” di Gorontalo

Instalasi Erik DM Angkat Ritus Akkalomba dalam Pameran “Sangkut Paut” di Gorontalo

Karya instalasi bertajuk Mempersiapkan Sejak Dini karya Arianto, mahasiswa Seni Rupa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang dikenal dengan nama artistik Erik DM, menarik perhatian pengunjung dalam pameran seni budaya bertema “Sangkut Paut” di Hartdisk Studio, Kota Gorontalo.

Karya tersebut lahir setelah Arianto mengikuti program residensi dan diskursus selama dua pekan bersama sejumlah seniman Indonesia, di antaranya FX Harsono, Fitri DK (Taring Padi), Sudjud Dartanto, Heru Hikayat, dan Jumaldi Alfi.

Instalasi mix media ini mengangkat ritus akkalomba, tradisi masyarakat Adat Kajang, sebagai gagasan utama. Akkalomba dipahami sebagai penanda transisi seorang anak memasuki masa remaja dan mulai memikul tanggung jawab moral dalam komunitas. Nilai kesederhanaan, penghormatan kepada leluhur, serta kepatuhan pada adat menjadi inti pesan yang dihadirkan melalui karya tersebut.

Dalam pameran, instalasi ditampilkan melalui rekonstruksi suasana ritual akkalomba. Arianto membangun ruang hening menggunakan material alami seperti tunas kelapa, tanah, daun kering, dan dupa. Tunas kelapa digantung di tengah ruangan, sementara cahaya temaram dan aroma dupa membentuk atmosfer sakral yang memberi kesan seolah pengunjung turut memasuki prosesi.

Dikonfirmasi melalui wawancara pada Senin, 1 Desember 2025, Erik DM menyampaikan bahwa karyanya tidak sekadar menghadirkan ulang tradisi, tetapi juga mengajak publik merefleksikan nilai-nilai yang diwariskan orang tua. “Akkalomba mengajarkan kita tentang kesederhanaan, ketaatan, dan penghormatan terhadap adat. Nilai-nilai ini tetap relevan di tengah perubahan zaman yang cepat,” ujarnya.

Sejumlah pengunjung mengaku terkesan dengan pendekatan artistik yang ditawarkan. Mereka menilai instalasi tersebut tidak hanya menyajikan visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional yang membangkitkan ingatan tentang pesan orang tua dan praktik budaya yang kian jarang dijalankan.

Pameran “Sangkut Paut” berlangsung pada 25 November hingga 15 Desember 2025. Informasi kunjungan dapat diperoleh melalui akun Instagram @hartdiskstudio. Melalui karya ini, Arianto berharap ritus akkalomba dapat dikenal lebih luas sekaligus memperkuat upaya pelestarian tradisi lisan masyarakat Adat Kajang.