JAKARTA — Tanggal 9 Maret diperingati di Indonesia sebagai Hari Musik Nasional. Di luar peringatan tersebut, 9 Maret juga tercatat dalam sejumlah peristiwa penting, baik di dalam negeri maupun di berbagai belahan dunia.
Hari Musik Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelumnya, gagasan penetapan Hari Musik Nasional pernah disampaikan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada 10 Maret 2003, bertepatan dengan peluncuran situs resmi Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI).
Tanggal 9 Maret dipilih untuk mengenang hari lahir Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang disebut lahir pada 1903 di Purworejo. Namun, tanggal kelahiran Soepratman masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, karena sebagian sumber menyebut 19 Maret sebagai tanggal yang lebih akurat.
Di panggung internasional, 9 Maret 1959 menjadi hari ketika boneka Barbie pertama kali diperkenalkan kepada publik dalam sebuah pameran mainan di New York, Amerika Serikat. Pada kesempatan itu, Barbie mulai dipamerkan sekaligus dijual dan kemudian tanggal tersebut diperingati sebagai hari ulang tahun Barbie.
Dua tahun sebelumnya, pada 9 Maret 1957, gempa bumi berkekuatan 8,3 magnitudo mengguncang kawasan Kepulauan Andreanof di Alaska. Guncangan tersebut memicu tsunami di Samudra Pasifik dan menimbulkan kerusakan cukup luas, terutama di wilayah Hawaii dan Pulau Oahu.
Tanggal 9 Maret juga terkait salah satu episode kelam Perang Dunia II. Pada 1945, militer Amerika Serikat melancarkan Operasi Meetinghouse, serangan bom pembakar besar-besaran yang menyasar Tokyo, Jepang. Ratusan pesawat pengebom B-29 menjatuhkan bom ke kawasan permukiman yang didominasi bangunan kayu. Serangan itu mengubah sebagian kota menjadi lautan api, menewaskan lebih dari 100.000 warga, serta menyebabkan sekitar 1 juta orang kehilangan tempat tinggal.
Sementara di Indonesia, 9 Maret 1978 dikenang sebagai tonggak penting infrastruktur ketika Presiden Soeharto meresmikan Jalan Tol Jagorawi yang menghubungkan Jakarta, Bogor, dan Ciawi. Peresmian tersebut disebut sebagai awal modernisasi transportasi darat di Indonesia.

