BERITA TERKINI
Nguyen Thuy Hai Anh Rilis Album Debut di Usia 17 Tahun, Ingin Hadirkan Warna Suara Muda untuk Musik Pop

Nguyen Thuy Hai Anh Rilis Album Debut di Usia 17 Tahun, Ingin Hadirkan Warna Suara Muda untuk Musik Pop

Penyanyi muda Nguyen Thuy Hai Anh menandai langkah awal karier profesionalnya dengan merilis album debut berjudul Touching the Dream pada Maret 2026. Di usia 17 tahun, ia menyebut proyek tersebut sebagai tonggak penting setelah meraih hadiah pertama kategori musik ringan pada Kontes Menyanyi Hanoi 2025.

Hai Anh mengatakan album itu dibuat sebagai cara merekam perjalanan yang ia tempuh bersama gurunya, Nguyen Khanh Ly, setelah kompetisi tersebut memberinya banyak pengalaman dan membantu mematangkan kemampuan bernyanyi serta penampilan panggung. Ia juga ingin mengabadikan emosi masa muda—perasaan seseorang yang baru meraih mimpinya.

Selain menjadi penanda karier, Touching the Dream dipersembahkan sebagai hadiah untuk ibunya dan para perempuan yang berperan penting dalam hidupnya, termasuk Nguyen Khanh Ly yang disebutnya selalu mendukung, membimbing, dan menyemangati selama masa studi dan perjalanan bermusik.

Album ini memuat sembilan lagu dengan ragam warna. Mayoritas lagu adalah repertoar yang pernah ia bawakan dalam Kontes Menyanyi Hanoi 2025, mulai dari lagu bernuansa halus dan mendalam seperti “Autumn Fades” dan “Floating in the Mirror”, hingga lagu yang lebih muda dan bersemangat seperti “Clouds Passing Over the Threshold”. Album tersebut juga menghadirkan semangat kebanggaan nasional lewat lagu “My Vietnam”.

Hai Anh mengakui sejumlah lagu dalam album sebelumnya lekat dengan penyanyi-penyanyi terkenal, sehingga memunculkan tekanan tersendiri. Namun, ia memilih tidak berusaha terdengar terlalu “berpengalaman” dan lebih menekankan kejujuran emosi saat bernyanyi. Menurutnya, ketulusan dan energi masa muda dapat membawa pendengar menemukan cerita baru di tiap lagu.

Bersamaan dengan perilisan album, Hai Anh juga meluncurkan video musik untuk lagu “Old Town”. Lagu ini ia sebut memiliki arti khusus karena berperan penting dalam mengantarkannya meraih juara pertama pada Kontes Menyanyi Hanoi 2025. Dalam video musiknya, ia berupaya mempertahankan rasa bangga dan emosi yang sama seperti yang ia rasakan pada malam final.

Melalui “Old Town”, Hanoi digambarkan sebagai kota yang tua sekaligus ramai, dengan jalan-jalan kecil, hujan yang datang tiba-tiba, hingga ritme kehidupan sehari-hari. Ia menekankan kehangatan hubungan antarmanusia dan keunikan kawasan 36 jalan tua sebagai bagian penting dari cerita visualnya. Meski lahir di Quang Ninh, Hai Anh menyebut Hanoi sebagai tempat impian musiknya dipupuk. Ia mulai belajar vokal di lingkungan profesional sejak usia 15 tahun di kota tersebut dan mendapat kesempatan tampil dalam berbagai program seni, sehingga membuatnya merasa dekat dan bangga saat menyanyikan lagu itu.

Di balik capaian awalnya, Hai Anh menyoroti peran signifikan Nguyen Khanh Ly, penyanyi sekaligus doktor yang mengajar di Departemen Vokal Akademi Musik Nasional Vietnam. Ia menyebut Khanh Ly sebagai mentor sekaligus “ibu kedua” yang mengarahkannya ke jalur musik pop, mendampingi proses penggarapan lagu, pelafalan, hingga cara mengekspresikan emosi di panggung.

Dalam proyek ini, Khanh Ly juga terlibat dalam pengarahan artistik dan produksi video musik “Old Town”, bekerja bersama tim untuk menyempurnakan setiap adegan. Hai Anh menuturkan proses di studio menuntut kedisiplinan tinggi, termasuk pengambilan ulang berkali-kali untuk memenuhi standar yang ditetapkan. Dari situ, ia belajar bahwa produksi musik memerlukan ketekunan dan disiplin.

Menatap masa depan, Hai Anh menilai perjalanannya baru dimulai. Ia menyebut Touching the Dream bukan akhir, melainkan awal untuk terus belajar membangun fondasi yang kuat sembari merilis karya-karya berikutnya. Di tengah industri musik yang kompetitif, ia memandang keterlibatan sejak dini sebagai cara mengasah kemampuan dan menemukan gaya yang khas.

Hai Anh berharap dapat menyumbangkan “suara muda” ke pasar musik pop, menghadirkan karya yang mudah diterima audiens muda sekaligus memiliki kedalaman artistik.

Sementara itu, proyek musik lain juga menonjolkan semangat kebangsaan melalui pendekatan modern. Penyanyi Nhat Huyen merilis Warna Negara – Warna Perdamaian, sebuah karya berisi delapan lagu yang mengusung semangat kontemporer namun tetap berakar pada identitas Vietnam. Proyek tersebut mengangkat tema patriotisme, rasa syukur, dan aspirasi perdamaian melalui bahasa musik yang ditujukan untuk beresonansi dengan audiens muda.