Penulis Juwendra Asdiansyah meluncurkan buku terbaru berjudul Pengadilan Orang Baik (POB) menjelang akhir 2025. Karya ini menjadi rilisan keduanya pada tahun yang sama, setelah 14 Jam Bisa Menulis yang terbit pada Mei.
Secara keseluruhan, Juwendra—mantan Pemimpin Redaksi Forum Keadilan—telah menerbitkan lima buku tunggal. Di antaranya Sekincau: Status-Status Masa Pandemi (2020), Pertengkaran Orang Baik (2021), dan 3 Jagoan (2023).
Dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11), Juwendra menjelaskan bahwa POB berbeda dari empat buku sebelumnya. Jika karya-karya terdahulu lebih utuh, POB hadir sebagai bunga rampai yang berisi tulisan-tulisan pendek, bahkan sebagian sangat singkat.
“Beda dengan empat buku sebelumnya, POB merupakan bunga rampai yang berisi tulisan-tulisan pendek. Beberapa bahkan sangat pendek, mungkin cocok dijadikan quotes, meme, tulisan di kaos atau pantat truk,” kata Juwendra.
Ia menyebut hampir seluruh tulisan dalam buku tersebut lahir secara spontan. Juwendra mengibaratkannya seperti kumpulan gambar cepat yang tercipta dari coretan satu-dua warna, bukan rangkaian lukisan yang rapi dan utuh.
“Pengadilan Orang Baik adalah bertemunya celoteh, celetukan, protes, kritik, dumelan, rometan, gerundelan, juga sedikit hardikan dari kemarahan yang kadang datang tanpa diundang,” ujarnya. Juwendra pernah berkarier sebagai redaktur pelaksana Tribun Lampung (Kompas Gramedia), pemred Saibumi.com, serta pemred duajurai.co pada periode 2014–2020.
Menurutnya, sebagian tulisan menggunakan gaya ironi, sarkasme, hiperbola, atau metafora, namun tetap dibuat agar mudah dipahami. Ada pula tulisan yang disajikan secara lugas, termasuk curhat, ocehan ala pos kamling, hingga humor bapak-bapak.
Juwendra juga menyebut sejumlah tulisannya memiliki rima sehingga sekilas tampak seperti puisi, meski tidak sepenuhnya mengikuti kaidah puisi. Sebagian lain menyerupai prosa atau esai, tetapi tidak terikat penuh pada aturan bentuk tersebut.
Soal benang merah isi buku, Juwendra menyerahkan penafsiran kepada pembaca. “Silakan baca dan temukan sendiri. Kalaupun tidak ketemu benang merahnya, ya tidak apa-apa. Buku ini bukan teka-teki atau kisah misteri yang harus dipecahkan,” ujarnya.
Saat ini, Juwendra aktif melukis dan menginisiasi komunitas Teman Joging (TeJO). Ia menargetkan dapat menerbitkan dua buku lagi pada 2026, masing-masing bertema jurnalisme/kewartawanan dan public speaking. “Mohon doa teman-teman supaya lancar pengerjaannya,” kata Ketua AJI Lampung 2007–2010 dan Wakil Ketua PWNU Lampung 2013–2023 itu.
POB menggunakan ukuran 12x18 cm dan diterbitkan oleh BumiBima Publisher, format yang disebutnya konsisten dipakai di seluruh bukunya. Dengan 120 halaman, POB menjadi buku paling tipis dibanding karya-karyanya sebelumnya. Buku ini dibanderol Rp65.000 dan dapat dipesan melalui WhatsApp 0857-0928-4199 atau 0812-7231-6989.

