Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, khususnya The Meru, memperkuat posisinya sebagai destinasi wellness tourism atau wisata kebugaran melalui penyelenggaraan pameran produk kecantikan Beautiverse 2026.
Director of Wellness The Meru Sanur Rahma Susanti mengatakan konsep pameran yang menggabungkan kecantikan dan kebugaran dinilai selaras dengan arah pengembangan wisata kebugaran di KEK Sanur. Menurutnya, wellness tourism memiliki delapan dimensi, di antaranya spiritual, edukasi, sosial, dan lingkungan.
Rahma menilai kegiatan seperti Beautiverse juga menjadi sarana memperkenalkan kawasan kepada masyarakat. Ia menyebut pameran produk kecantikan tersebut telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan, dan diharapkan semakin dikenal luas, termasuk oleh kalangan muda yang dekat dengan teknologi.
Untuk menonjolkan peran kawasan sebagai destinasi wisata kebugaran, pada tahun kedua ini The Meru bersama pendiri Beautiverse menghadirkan pengalaman yoga di atas air. Kegiatan yang direncanakan berlangsung rutin itu ditujukan untuk menunjukkan konsep “cantik bugar” yang diusung penyelenggara. Rahma menjelaskan, kecantikan lahir dari keterlibatan emosional dengan lingkungan melalui yoga yang pada akhirnya memberi ketenangan pikiran dan tubuh.
Selain itu, Rahma menyampaikan KEK Sanur juga bersiap membuka Ethno Wellness Garden pada tahun depan. Area seluas sekitar 5 hektare tersebut direncanakan ditumbuhi 150 spesies herbal. Keberadaan lokasi ini diharapkan mendukung kegiatan wisata kebugaran, baik untuk Beautiverse maupun pameran lain seperti Bali Wellness Expo, sekaligus memperkuat proses sertifikasi kawasan.
Sementara itu, Founder & Project Director Beautiverse Paulus Herry Arianto menyebut kegiatan pada Sabtu ini menjadi permulaan rangkaian menuju pameran utama Beautiverse 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–20 Desember 2026. Ia mengatakan unsur beauty, wellness, dan sustainability akan dihadirkan dengan pendekatan yang lebih holistik dan saling terhubung.
Paulus menambahkan, bila pada tahun lalu pameran menghadirkan 70 jenama produk dengan 6.000 peserta, maka untuk 2026 panitia menargetkan 100 jenama dari dalam dan luar negeri serta 8.000 peserta. Selain pameran utama pada Desember, panitia juga menyiapkan rangkaian aktivitas menjelang akhir tahun, termasuk yoga di atas air serta lokakarya yang direncanakan pada Agustus dan November.