Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk mengangkat talenta musik Indonesia agar semakin dikenal di panggung global. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat eksistensi musisi lokal di pasar hiburan internasional melalui kerja sama dengan kreator digital.
Peluang kolaborasi tersebut dibahas Wakil Menteri Kemenekraf Irene Umar saat menerima kunjungan kreator konten sekaligus pemengaruh Daniel Hermansyah di Kantor Kemenekraf, Jakarta, pada Jumat (20/2). Pertemuan itu menyoroti strategi konkret yang dapat ditempuh untuk mendorong musisi Indonesia menembus kancah internasional.
Daniel Hermansyah yang juga direktur agensi digital spesialis K-pop Chuseyo Digital menyampaikan bahwa sejumlah talenta Indonesia telah lebih dulu menjalani debut di luar negeri. Menurut dia, ada musisi Indonesia yang berkarier sebagai anggota grup idola di Korea, Malaysia, dan Taiwan, yang dinilai menjadi bukti potensi besar talenta musik Tanah Air.
Irene Umar menegaskan komitmen Kemenekraf untuk mendukung pengembangan talenta musik Indonesia. Ia menyatakan kementeriannya siap menyediakan panggung dan fasilitas semaksimal mungkin, serta memandang kolaborasi dengan pihak yang memiliki pengalaman sebagai langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut.
“Dengan senang hati menyediakan panggung semaksimal mungkin. Sekarang kan sudah kenalan kan kira-kira tahu gitu kalau next step kayak gini. Dengan pengalaman yang dimiliki Chuseyo, kita dapat melihat segala kemungkinan lebih lanjut dalam kolaborasi,” ujar Irene Umar dalam keterangan pers yang diterima pada Sabtu.
Kemenekraf juga menilai kreator digital memiliki peran penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional. Kolaborasi lintas negara yang melibatkan kreator konten digital diharapkan dapat memperluas jejaring, memperkuat promosi, dan membuka peluang baru bagi pelaku industri kreatif Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Daniel menyebut sejumlah nama yang dianggap sebagai contoh talenta Indonesia yang telah berkiprah di industri musik internasional. Di industri K-pop, ia menyebut Carmen Hearts2Hearts, Kim VVUP, CLEO IMETU, Zayyan Xodiac, Vanesya dan Via NWHI, Dita Karang, Loudi, serta Dinda Secret Number. Selain itu, ada Grace HUR+ yang berkarier di Taiwan, serta Cindy dan Diva KLP48 di Malaysia.
“Tentu kita bangga dan ingin mendukung agar mereka sukses,” kata Daniel. Ia juga berharap semakin banyak anak muda Indonesia dapat mengikuti jejak para talenta tersebut.
Melalui kolaborasi ini, Kemenekraf berharap dapat terus mengidentifikasi dan membina talenta-talenta baru agar memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar di panggung dunia. Upaya tersebut disebut sebagai bagian dari langkah berkelanjutan untuk memajukan industri kreatif Indonesia.

