Kementerian Ekonomi Kreatif menilai instalasi imersif Tahilalats yang hadir di Bintaro Jaya Xchange Mall (BXc), Tangerang Selatan, sebagai terobosan penting untuk mendorong kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal naik kelas sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan instalasi berskala besar di ruang publik umumnya diisi IP luar negeri. Namun, menurut dia, kali ini untuk pertama kalinya ruang tersebut dipercayakan kepada IP lokal. Irene menyebut langkah ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga upaya memperluas pasar dan menjadi contoh bagi IP lokal lain agar berani berkembang.
Pernyataan itu disampaikan Irene dalam pembukaan resmi di Bintaro pada Sabtu (13/12). Ia juga menyoroti kolaborasi antara pemerintah, pengelola ruang publik, kreator IP, studio kreatif, komunitas, serta unsur akademik yang disebut menunjukkan penerapan pendekatan hexahelix dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis IP lokal.
Instalasi bertajuk Ben’s Backyard Tahilalats 10th Anniversary menghadirkan area experiential yang membawa dunia komik ke ruang nyata, serta pop-up store yang menampilkan berbagai merchandise resmi seperti apparel dan produk kreatif lainnya.
Melalui pendekatan experiential, pengunjung diajak berinteraksi langsung dengan karakter Tahilalats, menikmati instalasi visual berskala besar, dan mengikuti beragam aktivitas kreatif. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 12 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026, bertepatan dengan periode libur Natal dan Tahun Baru.
Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara akhir tahun BXc Mall yang mengusung konsep ruang bermain dan berkumpul yang inklusif, aman, dan ramah keluarga.
Manajer Unit Bintaro Jaya Xchange Mall Garry Misnan menyampaikan bahwa kehadiran IP lokal melalui instalasi imersif tersebut ditujukan untuk menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung, sekaligus memperkuat peran pusat perbelanjaan sebagai ruang publik yang mendukung ekosistem ekonomi kreatif.
Sementara itu, Co-Founder & Managing Director Mahavisual Fakhruddin Arrazi menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menghadirkan inovasi visual dan memperkuat positioning IP lokal agar mampu bersaing dan berkembang di industri kreatif.
Kreator Tahilalats Nurfadli Mursyid mengatakan perayaan 10 tahun ini menjadi momen refleksi sekaligus perayaan bersama, tidak hanya bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan Tahilalats, tetapi juga bagi para penggemar yang tumbuh bersama karya tersebut. “Sepuluh tahun ini menjadi refleksi atas proses membangun Tahilalats secara konsisten dan berkelanjutan, bersama ekosistem dan para penggemar yang terus membersamai,” ujarnya.

