Kevin Parker, sosok di balik proyek musik psychedelic pop/rock Tame Impala, mengungkap alasan di balik ketidakhadirannya saat grup tersebut meraih Grammy Awards 2026. Alih-alih hadir menyaksikan momen kemenangan, Parker justru tertidur di rumah dan mengaku lupa bahwa ajang penghargaan itu sedang berlangsung.
Tame Impala memenangkan kategori Best Dance/Electronic Recording berkat single terbaru mereka, End of Summer. Dalam wawancara eksklusif bersama Mac DeMarco untuk Magazine, Parker mengatakan ia tidak mengikuti jalannya acara pada malam itu.
“Dengar, aku akan jujur sepenuhnya. Aku bahkan lupa kalau Grammy sedang berlangsung,” kata Parker.
Parker diketahui menetap di Perth, Australia. Pengumuman kategori yang dimenangkannya berlangsung dalam sesi Grammy Premiere Ceremony pada pukul 12.30 siang waktu Los Angeles, yang berarti sekitar pukul 04.30 pagi waktu Perth. Perbedaan waktu ini membuat Parker masih terlelap ketika penghargaan diumumkan.
Cerita berlanjut saat Parker terbangun dan mendapati ponselnya dipenuhi notifikasi. Ia mengaku sempat kebingungan karena tidak ingat bahwa dirinya juga masuk nominasi.
“Aku lupa kalau aku juga dinominasikan. Kalian harus bayangkan kebingunganku karena di Australia, kami bangun tidur dan kemudian baru tahu tentang apa yang terjadi di Amerika tadi malam, jadi ponselku langsung dibanjiri pesan. Aku punya 30 pesan di ponselku, semuanya mengucapkan selamat. Tak satu pun dari mereka menyebutkan nominasi untuk apa. Dan aku berpikir, ‘Untuk apa, brengsek?’” tuturnya sambil tertawa.
Kemenangan lewat End of Summer menjadi trofi Grammy kedua bagi Tame Impala di kategori yang sama. Sebelumnya, pada 2025, Parker juga meraih Best Dance/Electronic Recording melalui kolaborasinya dengan unit elektronik asal Prancis, Justice, dalam lagu Neverender.
Kisah ini menampilkan sisi santai Parker di tengah pencapaian besar yang biasanya dipandang sebagai momen monumental bagi musisi.

