Penyanyi pendatang baru Kintan merilis single debut berjudul “Let’s Dance” dengan nuansa upbeat dan penuh semangat. Langkahnya ke industri musik bermula dari hobi bernyanyi dan keisengan mengikuti lomba karaoke antarjurnalis, yang kemudian membawanya pada pengalaman rekaman profesional hingga perilisan lagu.
Kintan bercerita, kesempatan itu datang setelah ia meraih juara dua dalam ajang karaoke antarjurnalis. Dari sana, ia mendapat tawaran untuk membawakan lagu dari Fransiscus Eko dan mulai menekuni prosesnya secara lebih serius.
“Awalnya iseng ikut lomba karaoke antar jurnalis, alhamdulillah juara dua. Lalu ditawari mas Eko untuk membawakan salah satu lagu. Dari situ akhirnya aku mencoba serius menjalaninya,” kata Kintan.
Selama ini Kintan dikenal kerap membawakan lagu-lagu ballad. Namun pada single debutnya, ia justru diminta membawakan lagu bertempo cepat. Menurutnya, tantangan tersebut menjadi pengalaman baru karena berada di luar zona nyamannya.
“Ini benar-benar di luar zona nyaman. Biasanya ballad, malah disuruh nyanyi lagu upbeat karena aku suka dance. Kata mas Eko, tantangan wajib dicoba supaya bisa berkembang,” ujarnya.
Proses rekaman disebut berlangsung relatif cepat, sekitar tiga jam. Meski demikian, Kintan mengakui tantangan terbesar ada pada penguasaan lirik dengan pelafalan cepat yang membuatnya beberapa kali keliru. Ia menyebut dukungan tim produksi membuat proses tersebut tetap terasa menyenangkan.
Kintan juga menyampaikan apresiasi kepada Cadazz Pustaka Musik, label yang menaunginya. Ia menilai kesempatan yang diberikan menjadi ruang belajar dan bertumbuh.
“Mas Eko dari CPM berani memberikan kesempatan kepada aku yang masih belajar. Di sini bukan cuma soal uang, tapi soal saling mendukung, mendengarkan, dan tumbuh bersama. Nggak semua label punya suasana seperti itu,” tutur Kintan.
Fransiscus Eko menjelaskan, kedekatan pertemanan serta kesamaan profesi di bidang jurnalistik menjadi salah satu pemantik ide untuk menantang Kintan memproduksi “Let’s Dance”. Ia menyebut Kintan memiliki banyak peran, mulai dari jurnalis, penyiar radio, host, hingga MC, serta memiliki kemampuan bernyanyi dan menari.
“Kintan itu multi-tasking, dia itu jurnalis, penyiar radio, host dan MC yang juga bisa nyanyi dan nge-dance, tantangan yang saya berikan itu juga bisa dianggap penghargaan saya kepada dia. Saya sengaja kasi lagu upbeat karena saya yakin dia pasti bisa mengeksekusi lagu tersebut. Lagu ‘Lets Dance’ itu ciptaan sahabat saya, Yanda Bebeh, yang juga jadi produser musiknya,” kata Fransiscus Eko selaku executive produser dan produser single tersebut.
Yanda Bebeh selaku penulis lagu dan aranjer menyebut “Let’s Dance” dikerjakan dalam waktu singkat. Ia mengatakan penulisan lagu selesai dalam satu hari, sementara aransemen musik memakan waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk mendapatkan warna dan energi yang maksimal.
“Lagu ‘Lets Dance’ tercipta dalam waktu yang cukup singkat. Proses penulisan lagunya selesai hanya dalam satu hari, sementara tahap aransemen musik dikerjakan selama kurang lebih dua hingga tiga hari untuk mendapatkan warna dan energi yang benar-benar maksimal,” ujar Yanda.
Ia menambahkan, inspirasi lagu ini hadir dari fenomena musik K-pop yang tengah digemari di Indonesia. Menurutnya, nuansa K-pop yang catchy, enerjik, dan easy listening menjadi dasar pembentukan karakter lagu.
“Inspirasi lagu ini hadir dari fenomena musik K-pop yang sedang begitu mendominasi dan digemari di Indonesia. Nuansa K-pop yang catchy, enerjik, dan easy listening menjadi pondasi utama dalam membangun karakter ‘Lets Dance’,” kata Yanda.
Dalam pesannya, Kintan menyebut “Let’s Dance” membawa ajakan sederhana untuk berani mengekspresikan kebahagiaan melalui gerak tubuh.
“Lagu ini tentang semangat. Jangan ragu mengekspresikan kebahagiaan lewat gerakan badan. Sekaku apa pun, dance itu bikin happy. Banyak orang tanpa sadar menari saat bahagia, jadi jangan ragu buat bahagia, gerakkan badanmu, and let’s dance!” ujarnya.
Dari sisi produksi, Yanda menyebut aransemen diarahkan pada sentuhan EDM modern dengan elemen techno, synth, dan beat elektronik yang kuat. Ia menilai perpaduan tersebut memberi energi dan membuat lagu terasa lebih hidup.
“Dari sisi produksi, aransemen diarahkan ke sentuhan EDM modern dengan elemen techno, synth, dan beat elektronik yang kuat. Perpaduan tersebut membuat lagu ini terasa lebih hidup, penuh energi, dan siap menghidupkan suasana di berbagai kesempatan,” ungkap Yanda.
Ke depan, Kintan berharap dapat terus berkarya dan menghadirkan lagu-lagu yang lebih emosional. Ia juga menyebut keinginannya untuk kembali membawakan ballad, sambil mencari ide untuk tema lagu berikutnya.
“Bismillah, semoga bisa menghasilkan karya lagi. Ingin membawakan lagu yang benar-benar ngena di hati. Kalau bisa sih balik ke ballad. Sekarang lagi pelan-pelan cari ide, temanya tentang melepaskan. Semoga terwujud. Aamiin,” kata Kintan.
Fransiscus Eko menambahkan, setelah perilisan single ini, pihaknya berencana mencoba membuat video musik agar pendengar dapat melihat sosok Kintan lebih utuh.
“Setelah merilis single ini pastinya Kintan harus terus berkarya, bisa jadi single berikutnya dia akan menyanyikan lagu ballad atau malah makin eksis di dance music, tapi yang pasti setelah single ‘Lets Dance’ ini live di seluruh DSP, kita akan coba bikin video musiknya supaya pecinta musik tanah air bisa melihat sosok Kintan sepenuhnya,” ujarnya.
Single debut Kintan “Let’s Dance” telah tersedia di berbagai platform digital.

