BERITA TERKINI
Kremlin: Putin Siapkan Kunjungan ke Beijing untuk Bertemu Xi, Fokus Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Kremlin: Putin Siapkan Kunjungan ke Beijing untuk Bertemu Xi, Fokus Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Kremlin menyatakan menaruh ekspektasi besar terhadap kunjungan resmi Presiden Rusia Vladimir Putin ke China dalam waktu dekat. Moskow berharap pertemuan tersebut dapat semakin memperkuat hubungan strategis sekaligus memperluas kerja sama ekonomi kedua negara.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Putin sedang mempersiapkan kunjungan itu bersama delegasi besar yang terdiri atas wakil perdana menteri, para menteri, hingga pimpinan perusahaan Rusia.

"Saya dapat mengatakan bahwa kami memiliki harapan yang sangat serius," kata Peskov kepada wartawan, Senin.

Menurut Peskov, sejumlah isu ekonomi yang menjadi bagian penting hubungan Rusia–China akan dibahas secara mendalam selama kunjungan berlangsung. Agenda tersebut mencakup penguatan perdagangan, investasi, energi, serta kerja sama strategis di berbagai sektor lainnya.

Ia menegaskan setiap pertemuan antara Putin dan Presiden China Xi Jinping, menurut Kremlin, selalu memberi dorongan baru bagi perkembangan hubungan bilateral kedua negara.

"Kami mengembangkan hubungan independen dan sangat beragam dengan China, yang kami sebut sebagai kemitraan strategis istimewa dan khusus," ujar Peskov.

Kremlin menilai hubungan Rusia dan China terus berkembang di berbagai bidang, mulai dari ekonomi dan energi hingga isu geopolitik internasional. Kedua negara juga disebut semakin aktif memperkuat koordinasi di tengah meningkatnya ketegangan global dan rivalitas dengan Barat.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Rusia dan China juga kerap dikaitkan dengan kedekatan personal antara Putin dan Xi Jinping. Keduanya dinilai memiliki kesamaan cara pandang dalam melihat dinamika internasional, termasuk penolakan terhadap dominasi tunggal Barat dan dorongan terhadap tatanan dunia multipolar.

Selain itu, tekanan dari Barat disebut menjadi faktor yang turut mempererat hubungan kedua negara. Sanksi ekonomi terhadap Rusia akibat perang di Ukraina serta meningkatnya rivalitas dagang dan teknologi terhadap China membuat Moskow dan Beijing dianggap menghadapi tantangan strategis yang serupa, sehingga mendorong penguatan koordinasi diplomatik dan kerja sama ekonomi.

Kremlin juga menyoroti bahwa hubungan kedua negara berkembang bukan hanya sebagai kerja sama pragmatis, melainkan bergerak menuju kemitraan strategis jangka panjang.