BERITA TERKINI
Lagu Era 1990-an Masih Diminati Lintas Generasi karena Nostalgia dan Kedekatan Emosional

Lagu Era 1990-an Masih Diminati Lintas Generasi karena Nostalgia dan Kedekatan Emosional

Lagu-lagu era 1990-an hingga kini masih banyak diminati lintas generasi. Selain dianggap mudah diingat, musik pada periode tersebut juga dinilai memiliki kedekatan emosional yang kuat bagi para pendengarnya.

Temuan itu sejalan dengan penelitian berjudul The Power of Nostalgia: Age and Preference for Popular Music yang dipublikasikan dalam jurnal Marketing Letters. Penelitian tersebut menyebut seseorang cenderung lebih menyukai musik yang didengar saat masa remaja hingga awal dewasa.

Dalam penjelasannya, lagu yang didengar pada usia muda dinilai lebih melekat karena berkaitan dengan pengalaman serta memori emosional. Penelitian itu menuliskan, “Musik yang didengar pada masa remaja cenderung memiliki hubungan emosional lebih kuat.”

Fenomena keterikatan pada pengalaman masa muda ini dikenal dengan istilah reminiscence bump, yakni kecenderungan manusia lebih mudah mengingat pengalaman pada masa muda, termasuk lagu yang populer pada periode tersebut.

Selain faktor nostalgia, karakter musik juga disebut berperan. Penelitian yang sama menyatakan, “Musik dengan struktur yang mudah dikenali biasanya lebih mudah diingat dalam jangka panjang.”

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyebut musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya suatu generasi. Dalam publikasinya, Kemendikbudristek menuliskan, “Musik menjadi bagian dari ekspresi budaya dan memori kolektif masyarakat.”

Dengan kombinasi nostalgia, kedekatan emosional, serta struktur musik yang mudah dikenali, lagu-lagu era 1990-an dinilai tetap bertahan dan terus dinikmati hingga sekarang.