BERITA TERKINI
Lima Musisi Asal Malang yang Menembus Industri Musik Nasional

Lima Musisi Asal Malang yang Menembus Industri Musik Nasional

Malang dikenal sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata di Jawa Timur. Di luar itu, kota ini juga menjadi tempat lahir sejumlah talenta kreatif yang ikut memberi warna di industri musik Indonesia. Dengan komunitas yang aktif serta ruang apresiasi yang terus berkembang, Malang dinilai konsisten melahirkan musisi dengan karakter dan identitas yang kuat.

Dari skena indie, pop, hingga emo alternatif, karya para musisi asal Malang tidak hanya bergaung di tingkat lokal, tetapi juga berhasil dikenal lebih luas di panggung nasional. Berikut lima musisi asal Malang yang disebut sukses menembus industri musik nasional.

1. Sal Priadi
Salmantyo Ashrizky Priadi atau Sal Priadi lahir di Malang pada 30 April 1992. Ia dikenal lewat penulisan lirik yang puitis, personal, dan kaya detail emosional. Sal memulai karier dengan merilis lagu secara mandiri melalui platform digital, termasuk “Kultusan” pada 2017. Namanya kian dikenal setelah berkolaborasi dengan Nadin Amizah dalam lagu “Amin Paling Serius”. Popularitasnya disebut meningkat seiring perilisan album terbaru yang melahirkan sejumlah lagu populer, termasuk “Gala Bunga Matahari”.

2. Keisya Levronka
Keisya Levronka lahir di Malang pada 2 Februari 2003. Ia mengawali karier melalui ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim kesepuluh, sebelum bergabung dengan Universal Music Indonesia. Lagu “Tak Ingin Usai” yang dirilis pada 2022 menjadi salah satu pencapaian penting dalam kariernya dan disebut sempat menempati posisi teratas di berbagai tangga lagu digital di Indonesia hingga negara tetangga. Selain bermusik, Keisya juga mulai dikenal di bidang akting dan hiburan nasional.

3. Coldiac
Coldiac adalah grup musik asal Malang yang terbentuk pada 2015 dengan personel Sambadha Wahyadyatmika, Mahatamtama Arya Adinegara, Derry Rith Haudin, dan Bhima Bagaskara. Mereka mengusung indie pop dengan sentuhan sophisti pop dan alternative rock. Coldiac dikenal dengan produksi musik modern serta visual artistik yang kuat. Melalui lagu seperti “Beautiful Day” dan “No Make Up”, Coldiac disebut berhasil menjangkau pendengar yang lebih luas di tingkat nasional dan kerap tampil di berbagai festival musik besar di Indonesia.

4. Girl and Her Bad Mood
Girl and Her Bad Mood (GAHBM) menjadi salah satu representasi perkembangan musik alternatif di Malang. Band bergenre indie pop/rock dan alternative pop ini diinisiasi oleh lima mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya. GAHBM dikenal melalui perpaduan karakter indie pop, vokal mengawang, serta permainan gitar yang enerjik namun tetap nyaman didengar. Lirik yang dekat dengan kehidupan anak muda disebut membuat mereka memiliki kedekatan dengan pendengar di berbagai kota. Selain merilis karya, GAHBM juga rutin tampil dalam acara musik dan komunitas kreatif lokal.

5. Beeswax
Beeswax merupakan grup musik asal Malang yang aktif sejak 2014 dan bergerak di jalur midwest emo serta alternative rock. Band ini dikenal konsisten merilis karya secara independen. Dipimpin Bagas Yudhiswa sebagai penulis lagu utama, Beeswax telah merilis sejumlah album yang disebut mendapat apresiasi positif dari penikmat maupun kritikus musik. Eksistensi Beeswax dinilai menunjukkan ekosistem musik di Malang dapat menopang perjalanan band secara organik melalui dukungan komunitas dan kualitas karya yang terjaga.

Keberhasilan para musisi tersebut menjadi gambaran kontribusi Malang dalam perkembangan musik Indonesia. Ragam genre yang mereka usung memperlihatkan bahwa karya dari daerah mampu bersaing dan mendapat tempat di tingkat nasional.