Frank Zappa dikenal sebagai salah satu musisi paling eksperimental dalam sejarah musik modern. Salah satu karya yang kerap disebut paling mewakili pendekatan uniknya adalah Lumpy Gravy, debut solo Zappa yang dinilai sebagai salah satu eksperimen kolase musik paling awal dalam dunia rock.
Album ini pertama kali dirilis Capitol Records pada 1967 dalam format album orkestra. Namun, proyek tersebut kemudian mengalami perubahan besar setelah muncul persoalan kontrak yang melibatkan MGM Records dan Verve.
Pada saat itu, MGM menilai perilisan album tersebut melanggar kewajiban kontrak Zappa bersama The Mothers of Invention, yang berada di bawah label Verve Records. Sengketa tersebut berujung pada penarikan versi awal album dari peredaran, sekaligus mendorong Zappa untuk mengerjakan ulang seluruh materi menjadi proyek yang lebih eksperimental.
Pada 13 Mei 1968, Verve Records merilis versi baru Lumpy Gravy yang telah direkonstruksi secara besar-besaran. Versi ini memadukan musik orkestra dengan teknik musique concrète, manipulasi pita rekaman, fragmen musik surf rock, dialog spontan, serta efek suara yang bernuansa surealis.
Salah satu eksperimen yang disebut paling unik dalam album ini berasal dari metode “people in the piano” yang dilakukan Zappa di Apostolic Studios. Zappa menemukan bahwa suara manusia yang diarahkan ke dalam senar piano grand dapat menghasilkan resonansi yang aneh dan tidak biasa. Dari temuan itu, para peserta kemudian melakukan percakapan improvisasi bertopik absurd, yang direkam dan disusun ulang melalui teknik penyuntingan pita.